50 KK Tetap Tinggal di Lembah Baluren Guru Kinayan

Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) masih menantang maut dengan ancaman awan panas erupsi Sinabung karena tetap bertahan tinggal di Lembah Baluren Guru Kinayan. Padahal kawasan itu termasuk dalam kategori zona merah bahaya erupsi Gunung Sinabung. Karena itu Pemkab Karo hendaknya segera memindahkan mereka ke zona aman untuk menghindari adanya korban jiwa.

Demikian disampaikan Sekjend Masyarakat Permusyawaratan Karo (MPRK) Roy Fachraby Ginting SH M.Kn kepada SIB di Kabanjahe, Selasa (7/6). Menurutnya, warga yang tinggal di lembah Baluren Guru Kinayan masuk dalam zona bahaya erupsi Gunung Sinabung.

" Satu Km dari simpang Guru Kinayan sudah dipasang portal, kok masih ada 50 KK tinggal di lembah Baluren Guru Kinayan. Pemkab Karo harus tegas. Kalau ada warga tiba-tiba tewas tersapu awan panas siapa yang bertanggung jawab," ujarnya.

Karena itu, katanya, hal ini harus menjadi perhatian Pemkab Karo. "Jangan ada lagi korban jiwa bertambah akibat erupsi awan panas Sinabung," katanya.
Selain itu, katanya masyarakat di sekitar Gunung Sinabung diminta mempunyai kesadaran tinggi untuk tidak memasuki zona merah.

Ia juga menjelaskan dirinya telah mengirimkan petisi kepada Presiden RI Joko Widodo melalui Website resmi Presiden. Ia merincikan petisi itu berisi meminta kepada Presiden RI Joko Widodo agar segera membentuk tim percepatan rekontruksi dan rehabilitasi korban bencana erupsi Sinabung yang anggotanya dari Pemerintah Pusat dengan lintas kementerian, untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan program rekontruksi dan rehabilitasi dengan surat keputusan Presiden RI.

Demikian juga agar pemerintah segera menuntaskan luas dan areal zona merah serta desa dan wilayah Gunung Sinabung yang tidak bisa ditempati lagi dan selanjutnya tanah-tanah pertanian penduduk desa diambil alih pemerintah untuk dijadikan hutan lindung kawasan konservasi Sinabung yang terintegrasi dengan hutan lindung leuser.

Selanjutnya segera membuat langkah-langkah cepat dan tepat untuk program rekontruksi dan rehabilitasi pengungsi korban erupsi Sinabung ke wilayah aman berikut dengan perekonomian mereka dengan penyediaan lahan pertanian di sekitar wilayah Kabupaten Karo, dengan tetap menghormati kearifan lokal serta terjaganya ikatan persaudaraan dalam satu desa dan berjalannya roda pemerintahan desa dengan konsep transmigrasi lokal.

Selain itu, pemerintah agar segera mengubah pola penanganan erupsi Sinabung dari penempatan mereka secara bertahun-tahun di tenda BNPB dan balai desa, menjadi program penempatan hidup normal dengan mempersiapkan hunian tetap sementara atau huntara, agar kehidupan mereka berjalan normal sampai pemerintah dapat menempatkan mereka di desa baru yang dibangun oleh pemerintah sebagai hunian tetap dengan fasilitas  ekonomi dan fasilitas umum.

Presiden RI serta seluruh pihak diharapkan dapat berjuang bersama dengan talenta dan kemampaun yang ada agar seluruh rakyat Kab Karo yang ladang dan kebunnya hancur dan gagal panen akibat semburan abu vulkanik Gunung Sinabung dapat dihitung kerugiannya untuk mendapat ganti rugi dari Pemerintah RI, serta meminta agar pemerintah memperlakukan pengungsi korban erupsi Sinabung mendapat perlakuan yang sama dan adil. (SUMBER: HARIAN SIB)
Bagi di Google Plus

Tentang Perkeleng Ginting

Berita Seputar Karo dan Tanah Karo "Mari bergabung dengan kami " untuk kemajuan bersama.
    Komentar lewat Blogger
    Komentar lewat Facebook

0 comments:

Post a Comment