Istimewanya Pisang Tanduk Berastagi

Terletak di bawah kaki gunung dan bercuaca sejuk, Berastagi merupakan kawasan wisata di Sumatera Utara yang terkenal dengan hasil bumi berupa sayur mayur serta buah-buahan. Seperti jeruk, strawberry, dan pisang tanduk menjadi buah yang paling diburu.Keberadaan pisang panduk tidak kalah menjadi ciri khas oleh-oleh dari Berastagi, hingga sepanjang jalan Sibolangit hingga Berastagi pun dengan mudahnya melihat barisan pedagang menggantung pisang raksasa tersebut.
Tidak lengkap rasanya Anda singgah ke Berastagi kalau tak menyempatkan diri membeli pisang yang panjangnya bisa mencapai 100 cm tersebut. Pisang tanduk adalah salah satu pisang yang populer di Indonesia sebagai bahan dasar pisang goreng, pisang bakar atau keripik pisang. Murni, pedagang, menuturkan banyak penduduk memiliki kebun sendiri dan mendagangkan pisang tanduk hasil kebun sendiri di pinggir jalan.
"Saya juga punya kebun pisang tanduk sendiri. Itu alasan di pinggir jalan banyak pisang digantung tanpa ada pondok atau susunan buah lainnya. Hanya barisan pisang tanduk yang yang digantung pada kayu yang dipacak di tanah," jelasnya. Menurutnya, harga pisang juga dijual perbuah, pembeli tidak perlu membeli satu sisir atau satu tangkai. Perbuahnya pisangnya dijual Rp 3 ribu atau Rp 10 ribu dapat 4 buah.
"Pisang ini bisa dibilang langka jika dicari di Kota Medan. Makanya wisatawan dari Medan atau kota lainnya yang datang selalu memborong pisang tanduk. Pisang ini bisa dibuat keripik untuk jenis yang masih mentah, sedangkan yang matang bisa dibuat pisang goreng, kolak bubur, pisang bakar dan lain-lain," katanya.
Menurut Irma, pisang tanduk berbeda dari pisang lainnya karena rasa pisang matangnya yang tidak terlalu manis sehingga tidak membuat enek. "Rasanya pas ada kelatnya sedikit walaupun sudah matang. Apalagi dibuat jadi pisang bakar, sangat cocok karena tidak terlalu lembek dan tetap padat saat dibakar. Kalau saya ke Berastagi selalu menyempatkan diri beli pisang tanduk untuk dibuat pisang bakar," tambahnya. (tribunmedan)
Bagi di Google Plus

Tentang Perkeleng Ginting

Berita Seputar Karo dan Tanah Karo "Mari bergabung dengan kami " untuk kemajuan bersama.
    Komentar lewat Blogger
    Komentar lewat Facebook

0 comments:

Post a Comment