Kegetiran Pengungsi Sinabung Belum Berakhir, Diusulkan Jadi Bencana Nasional

Kegetiran masyarakat Karo pengungsi akibat letusan gunung Sinabung belum berakhir dan GBKP masih terus melayani mereka hingga saat ini. Pelayanan ini tidak akan berakhir meskipun telah dilaksanakan sejak erupsi Sinabung tahun 2010 lalu. Pada awalnya mereka juga belum sempurna melayani, namun mereka punya iman dan keyakinan sebagaimana Yesus memberi makan 5.000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan dan bersisa pula 12 bakul.

Bagaimana kiprah GKBP ini dalam melayani puluhan ribu pengungsi, itulah yang dibedah dalam buku "Kabar dari Tanah Karo Simalem" di Medan, Jumat (27/5) sore. Bedah buku yang ditulis dua pendeta HKBP yaitu Pdt Sahat P Siburian dan Pdt Dr Deonal Sinaga dan sekaligus diluncurkan terlaksana atas kerjasama GBKP dengan Harian Sinar Indonesia Baru Medan yang berulang tahun ke-46 tanggal 9 Mei 2016 lalu.

Buku ini merupakan fakta pengalaman Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat dihadapkan dengan bencana letusan gunung Sinabung yang menelan korban materil maupun jiwa. Jalan terjal harus dilalui GBKP bersama pemerintah, dan lembaga lainnya dalam menangani dan menanggulangi penderitaan warga sebagai dampak letusan Sinabung sejak tahun 2010.

Salah satu jalan terjal adalah masih adanya praktik animisme yang bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan GBKP. Kehadiran gereja di Tanah Karo saat bencana bukan saja memberikan bantuan sebatas bertahan hidup, namun bagaimana memanage para korban bisa tetap menata kehidupan dengan memberikan pelatihan keterampilan dan mengerjakan lahan-lahan pertanian. Meski tidak dipungkiri, bantuan logistik bahan pangan dan sandang dari para donatur berpengaruh besar di awal bencana. "Letusan gunung Sinabung memberikan kegetiran dan ketakutan yang luar biasa. GBKP hadir dengan memberikan bantuan tanpa membedakan latar belakang para korban," kata penulis buku Pdt Dr Deonal Sinaga STh yang diamini Pdt Sahat P Siburian STh. Upaya penanganan bencana yang dilakukan GBKP bahkan mendapat apresiasi dari gereja dan lembaga kemanusiaan di Jerman, pada ketika itu.

Peluncuran buku yang dirangkai dengan HUT ke-46 Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) 9 Mei 2016 dihadiri Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Agustinus P Purba STh MA, Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt Rehpelita Ginting STh MMin, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, tokoh masyarakat Sumut Sanggam SH Bakkara, Dr RE Nainggolan MM, Raya Timbul Manurung, Jadi Pane SPd, Kabid Humas Polres Karo, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM, Anggota DPRD Sumut Baskami Ginting dan Siti Aminah Peranginangin, Sekretaris PGI Wilayah Sumut Pdt Elida Girsang MTh, Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh Pdt Kardi Simanjuntak MMin, Ketua Moderamen GBKP (2010-2015) Pdt Matius Panji Barus, Kasat Banmas Polres Karo AKBP Ariasda br Ginting, Ketua Umum Panitia, Dk Khristiani br Ginting, Ketua Pelaksana Ir Parluhutan Simarmata, Kabiro Redaksi Medan Wilayah II di Kabanjahe Sonri Purba, SP,  Sekretaris Hotlin Manik, Wakil Sekretaris Era Purnama Gurusinga, moderator Bantors Sihombing MSi, Kordinator Konsumsi Towuty P Sebayang dan penghotbah Pdt Dormanis Pandia. Turut hadir Drs Rasudyn Ginting, Plt BPBD Karo Matius Sembiring, Alimin Ginting, Rektor US XII Medan Dr Togu Harlem Lumbanraja dan undangan lainnya.

Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba mengatakan, persoalan Sinabung bukan hanya persoalan Pemkab Karo. Dan persoalan Sinabung bukan hanya pergumulan GBKP, namun melibatkan banyak orang.

Tambahnya lagi, buku ini bukan keinginan GBKP untuk dituliskan. Tapi, karena permintaan yang begitu banyak termasuk anggota-anggota Persatuan Gereja Indonesia (PGI) yang melihat dan mencoba membantu.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap penulis. Sebab, keinginan penulis untuk menuliskan pengalaman GBKP dalam satu buku seperti ini bisa menjadi suatu referensi atau pegangan dan warisan agar dapat dibaca generasi berikut. Tentunya, pengalaman penulis terkait pengalaman GBKP agar dituliskan dalam satu buku adalah memberikan motivasi bagi gereja-gereja lain.

Bahkan, dikatakannya kalangan gereja di Jerman pun meminta agar buku ini diterjemahkan dalam bahasa Jerman dan bahasa Inggris. Penulisan buku yang dikerjakan Pdt Deonal Sinaga dan Pdt Sahat Siburian ini juga bertujuan melibatkan kalangan gereja dalam memberikan perhatian kepada warga korban Sinabung.

Bagi Agustinus, adapun isinya adalah fakta. Karena Gereja ikut dan terpanggil melakukan tugas-tugas gereja. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Karo, yang juga saling bersinergi dengan semua elemen. Termasuk Harian SIB yang selalu memberikan perhatian melalui pemberitaan.

Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapresiasi penulisan pengalaman pelayanan GBKP turut dalam penanganan korban bencana Sinabung. Buku ini akan menjadi sejarah dan juga media pembelajaran untuk penanganan korban-korban bencana ke depan. "GBKP telah banyak berpartisipasi secara aktif dan luar biasa dalam kemanusiaan untuk penanggulangan dan penanganan bencana erupsi Sinabung. Dengan tulus tanpa membedakan latar belakang suku dan agama, sehingga GBKP mendapat penghargaan Tangguh Award 2014" untuk tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha dari BNPB RI," ujarnya.

Terkelin juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Harian SIB yang telah banyak memberikan informasi ke masyarakat khususnya mengenai bencana erupsi Sinabung. "Di usia yang ke-46 ini, kita harapkan SIB semakin jaya dan tetap sebagai kontrol sosial dan sebagai sarana memberi informasi dan hiburan kepada masyarakat khususnya Kabupaten Karo," harap Bupati sembari menyampaikan ucapan terimakasih.

Ia berharap, peluncuran buku ini bermanfaat sebagai referensi untuk penanggulangan bencana. Buku ini juga akan menjadi saksi sejarah bagi anak cucu bahwa pernah terjadi bencana Sinabung dan bagaimana peran GBKP dalam penanggulangannya.

Demikian halnya disampaikan Parlindungan Purba MM, sebagaimana perhatian yang telah diberikan GBKP dan dunia, bencana Sinabung hendaknya dijadikan sebagai bencana nasional. "Pertimbangannya karena tidak bisa diprediksi, jadi harus bisa ada penanganan serius ke depan," katanya.

Mewakili Pimpinan Harian Umum SIB, Wakil I Pemimpin Redaksi Ir Parluhutan Simarmata menyampaikan keterlibatan SIB dalam peluncuran buku tersebut dalam rangka HUT ke-46 SIB dan menjadi bagian kepedulian terhadap korban bencana Sinabung. "Harapan kita bersama agar ada upaya perbaikan manajemen penanganan bencana alam ke depan. Ini juga menjadi doa kami dan doa kita, kita bersama agar bencana Sinabung segera berakhir setelah buku ini diluncurkan," ujarnya. Juga dikatakannya, bahwa sebagai orang beriman, bencana Sinabung harus diyakini bukan hukuman dari Tuhan namun ada rencana indah di balik ini semua. Harian SIB juga mendorong pemerintah untuk menjadikan bencana Sinabung sebagai bencana nasional.

Sebelumnya, Ketua Umum Panitia Dk Khristiani br Ginting mengatakan aktivitas gunung Sinabung telah menimbulkan berbagai korban. Korban jiwa berjatuhan, rumah penduduk rusak, lahan pertanian pun porak poranda bahkan mata pencaharian warga hilang. Untuk terakhir, 21 Mei 2016 erupsi terjadi dan mengakibatkan 7 korban jiwa dan dua korban luka. "GBKP sebagai institusi gereja terbesar di Karo, mengambil posisi di garis terdepan untuk bekerjasama dengan pemerintah dan anak bangsa lainnya dalam penanganan korban. Komitmen GBKP, bukan saja suatu keniscayaan karena sebagian besar korban pengungsi merupakan warga GBKP tapi hal ini juga merupakan sebuah panggilan," katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi Harian SIB yang menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas tentang keberadaan korban Sinabung. "Bukan kebetulan, warga Tanah Karo sedari dulu merupakan pembaca setia SIB. Hubungan emosional yang telah terjalin ini kiranya salah satu alasan acara ini bisa terlaksana," ujarnya. Perlu disampaikan pada acara itu juga beberapa undangan tergerak hatinya dan memberikan bantuan langsung berupa uang untuk disalurkan kepada pengungi Sinabung melalui GBKP. Sebelum acara bedah buku juga dilaksanakan ibadah singkat dan renungan situasional tentang pengungsi Sinabung dipimpin Pdt Dormanis Pandia yang bertugas di GBKP dalam pelayanan khusus penanggulangan bencana. (sumber: harian SIB)
Bagi di Google Plus

Tentang Perkeleng Ginting

Berita Seputar Karo dan Tanah Karo "Mari bergabung dengan kami " untuk kemajuan bersama.
    Komentar lewat Blogger
    Komentar lewat Facebook

0 comments:

Post a Comment