Menhut Akhirnya Izinkan Pinjam Pakai Hutan TNGL jadi Jalan Alternatif Langkat-Karo

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui Sekretaris Ditjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Kehutanan Ir Yuyu Rahayu MSc akhirnya memberikan izin pinjam pakai kawasan hutan di sekitar TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser) untuk pembukaan jalan provinsi dari Desa Telagah Lau Kawar di Kabupaten Langkat- tembus ke Kabupaten Karo sepanjang 36 Km.

Hal itu diungkapkan rombongan Komisi D DPRD Sumut terdiri dari Drs Baskami Ginting, H Wagirin Arman, Leonard S Samosir dan Darwin Lubis SH  kepada wartawan, Minggu (12/6) di Medan seusai menemui Kemenhut dan LH di Jakarta. Rombongan Komisi D itu dipimpin Ketua HM Faisal dan Sekretaris HM Nezar Djoely ST.

"Kita merasa lega dan sangat bersyukur atas kebijakan Kemenhut yang akhirnya memberikan izin pinjam pakai untuk pembukaan jalan Kabupaten Langkat - Kabupaten Karo  melalui Desa Telagah, sebagai jalan alternatif dari Tanah Karo menuju Kota Medan via Langkat. Sebab jalan Medan- Berastagi yang selama ini digunakan kerap mengalami kemacetan," tandas Baskami Ginting.

Menurut para anggota Komisi D itu, jalan alternatif itu sudah dilakukan pengaspalan dari Kabupaten Langkat hingga perbatasan Kabupaten Karo menggunakan dana APBD Sumut. Tapi, dari perbatasan Karo menuju Lau Kawar sepanjang 4 Km belum bisa dilakukan pengaspalan, dikarenakan selama ini belum ada izin dari Kementerian Kehutanan LH, sebab sebahagian jalan harus melewati kawasan hutan TNGL.

"Setelah diberikannya izin pinjam pakai kawasan hutan sepanjang 4 Km tersebut, tentunya sarana  penghubung dari Karo-Kota Binjai- Kabupaten Langkat  dapat segera dibuka. Dinas PU Bina Marga Sumut  dapat segera menganggarkan dana pembangunannya di APBD Sumut. Apalagi, jalan alternatif ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kemacetan di jalan utama penghubung Medan- Tanah Karo selama ini," kata Baskami.

Ditambahkan Baskami, masyarakat patut lega dan menyampaikan simpati kepada Menhut RI, setelah belasan tahun diperjuangkan,    rute Jalan Binjai- Simpang Dusunmulo- Rumahgaluh-Pamahsimelir- Desa Telagah Kecamatan Namuukur Kabupaten Langkat (sudah diaspal Pemprovsu) - tembus ke Kecamatan Simpang Empat - Namanteran - Desa Kuta Rakyat Kabupaten Karo (sepanjang 4 Km yang selama ini masih menggunakan jalan tanah, karena berada di kawasan hutan), akhirnya direstui Menhut izin pinjam pakai lahan hutan.

Menurut Leonard, jika jalur penghubung yang panjangnya sekitar 36 Km ini dilanjutkan pembangunannya, akan meningkatkan perekonomian masyarakat, karena terbuka jalur distribusi barang yang relatif lebih murah. "Jalur ini juga akan memudahkan evakuasi jika terjadi erupsi Gunung Sinabung," ujarnya.

Berkaitan dengan itu, Komisi D DPRDSU mengajak Pemprovsu bersama Pemkab Langkat, Pemko Binjai dan Pemkab Karo untuk mendukung pembangunan  jalur alternatif yang melintasi kawasan TNGL tersebut, agar  jalan tembus yang menghubungkan Langkat dan Tanah Karo ke arah selatan melalui Binjai-Simpang Durinmulo, Namuukur-Telagah-Kuta Rayat-Kabanjahe dapat segera dimulai pembangunannya yang selama masa pemerintahan SBY-JK dan SBY Boediono mandek sepanjang 4 Km.(HARIANSIB)
Bagi di Google Plus

Tentang Perkeleng Ginting

Berita Seputar Karo dan Tanah Karo "Mari bergabung dengan kami " untuk kemajuan bersama.
    Komentar lewat Blogger
    Komentar lewat Facebook

0 comments:

Post a Comment