Pemasok Sabu, Pegawai Rutan Kabanjahe Sumut Ditahan

MEDAN - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas II-B Kabanjahe, Kabupaten Karo, diduga dalang pemasok sabu seberat 82,5 gram (80 jie) bagi warga binaan dengan bekerja sama dengan mantan narapidana yang baru bebas.

SG, 50 tahun, warga Kabanjahe yang sudah 16 tahun bertugas di Rutan Kabanjahe, nekat memasok sabu yang didapatnya dari mantan narapidana MS yang baru bebas kasus pencurian. SG membawa masuk sabu ke Rutan, Senin lalu.

Dua paket sabu diterimanya dari MS di depan Rutan dan akan diberikan kepada penghuni Rutan AAS di blok C1 yang dihuni 18 warga binaan. Namun, sabu yang akan dijual tertangkap Kepala Rumah Tahanan Kriston Napitupulu yang menggelar razia.

Sabu tersebut didapat Kriston di kamar mandi tergantung menggunakan plastik biru. Merasa curiga, Kriston membukanya dan ditemukan sabu seberat 82,5 gram.

“Hasil penelusuran mengarah kepada petugas SG. SG sendiri mengakui barang haram tersebut didapatnya dari MS dan diantar kepada AAS penghuni blok C1. Itulah pengakuannya,” kata Kriston, dikutip dari Waspada Online, Jumat (14/4/2016).

“Kita akan melakukan pemberhentian secara tidak terhormat kepada SG dan akan menjalani proses pidana berupa kurungan. Kita mau memberantas narkoba di Rutan malah anggota kita pemasok narkoba buat tahanan,” katanya.

MS sendiri mengakui sebagai pengguna sabu dan sudah berhenti sejak pertengahan Januari lalu. Dirinya mengakui pertama kali sebagai pemasok sabu ke lokasi tempat dia bekerja.

“Saya sudah berhenti mengonsumsi sabu pada pertengahan Januari lalu dan melakukan pekerjaan ini pertama kalinya. Semua itu alasan ekonomi menghidupi keluarga,” ucapnya.

Kasat Narkoba Polres Tanah Karo, AKP Binsar Pasaribu, mengatakan sabu yang ditemukan bersihnya 80 gram. Pihaknya pun masih mengembangkan kasusnya. Barang bukti juga belum bisa dipastikan sabu, karena menunggu hasil laboratorium. (okezone)
Bagi di Google Plus

Tentang Perkeleng Ginting

Berita Seputar Karo dan Tanah Karo "Mari bergabung dengan kami " untuk kemajuan bersama.
    Komentar lewat Blogger
    Komentar lewat Facebook

0 comments:

Post a Comment