Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Sunday
May 11th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Sejarah
Sejarah
Batu Peninggalan Bersejarah
Ditulis Oleh Alexander Firdaust   
Batu Peninggalan Bersejarah

Foto yang ada pada bagian belakang saya (penulis) adalah gambar salah satu situs berbentuk batu yang berada di perladangan desa kuta Nangka kecamatan Taneh Pinem Kabupaten Dairi, dimana menurut cerita dari tetua desa Kuta Nangka, Batu ini didirikan oleh tentara belanda dimasa penjajahan kala itu.

Selengkapnya...
 
DATUK BADIUZZAMAN SURBAKTI MEMIMPIN PERANG SUNGGAL DILANDASI NASIONALISME
Ditulis Oleh Eddy Surbakti   
DATUK BADIUZZAMAN SURBAKTI MEMIMPIN PERANG SUNGGAL DILANDASI NASIONALISME

Medan. Berita Antara,18 April 2006 - Guru besar Antropologi Budaya Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof Dr. Payung Bangun, MA, mengatakan perjuangan Datuk Badiuzzaman Sri Indera Pahlawan Surbakti memimpin Perang Sunggal melawan pejajahan Belanda dilandasi oleh ideologi nasionalisme yang tinggi pada kemerdekaan.

Perang Sunggal yang dipimpin oleh Datuk Badiuzzaman adalah perang rakyat, katanya di Medan, baru-baru ini pada "Seminar Nasional Datuk Badiuzzaman Sri Indera Pahlawan Surabakti Pejuang Menentang Penjajahan Belanda 1872-1895."

Selengkapnya...
 
Sejarah Singkat Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi
Ditulis Oleh Alexander Firdaust   

Guru Pa Timpus dilahirkan di Aji Jahe salah satu kampung di Taneh karo Simalem yang sejuk, dingin, nyaman dengan angin pegunungannya. Ia menikah di Batu Karang dengan beru Bangun, mendirikan kampung di Perbaji dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Bagelit. Guru Pa Timpus bertubuh kekar, tinggi, gagah, dan berjiwa patriotik seperti seorang panglima. Ia juga seorang Guru, yang dalam bahasa Karo berarti seorang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan, ilmu obat-obatan, ilmu gaib, dan memiliki kesaktian, namun Ia-nya berjiwa penuh kemanusiaan lemah lembut dalam bertutur kata, mempunyai karakteristik yang simpatik, berwibawa, berjiwa besar dan pemberani.

Selengkapnya...
 
Lau Cih ( Sungai Siput ) : Kampung Tradisional Karo Di Ketiak Medan Metropolitan
Ditulis Oleh Ita Apulina Tarigan   
Lau Cih ( Sungai Siput ) : Kampung Tradisional Karo Di Ketiak Medan Metropolitan

Pada mulanya Medan adalah sebuah kampung kecil yang konon didirikan oleh Guru Patimpus sembiring Pelawi. Dalam laporan perjalanan John Anderson ke Sumatra Timur di tahun 1823, dia menggambarkan Meidan sebagai sebuah kampung yang berada di luar wilayah Deli (lihat John Anderson: Mission to the East Coast of Sumatra in 1823 [terbitan 1971]). Saat itu Deli hanyalah sebuah wilayah kecil di sekitar Labuhan Deli.

Pada tahun 1862, pedagang tembakau Belanda Jakobus Nieuwenhuis mulai mengembangkan perkebunan tembakau di Labuhan Deli yang kemudian berkembang ke wilayah-wilayah lain di luar Deli"kecil" itu. Perkembangan ini terutama sekali oleh bergabungnya beberapa perusahaan internasional lainnya dari Eropah dan Amerika untuk mengembangkan perkebunan tembakau di"Deli".

Deli Maschapij mewakili perkebunan-perkebunan asing untuk bernegoisasi dengan raja-raja setempat khususnya dalam sewa-menyewa tanah untuk perkebunan. Deli Maschapij menganggap Sultan Deli sebagai pemimpin pribumi tertinggi di wilayah itu atas pengakuan Sultan Deli sendiri. Nantinya, pemerintah kolonial mendefenisikan Deli sebagai suatu wilayah kesultanan yang meliputi 4 wilayah kejuruan Melayu (Denai, Percut, Deli dan Sepulu Dua kuta Hamparan Perak) dan 4 wilayah urung karo (Senembah, Suka Piring, Sepulu Dua Kuta lau Cih dan Sabernaman).

Selengkapnya...
 
Melihat Rumah Pengasingan Bung Karno Di Berastagi
Ditulis Oleh Alexander Firdaust   
Melihat Rumah Pengasingan Bung Karno Di Berastagi

Tidak banyak yang tahu kalau Bung Karno, tokoh proklamator RI pernah diasingkan Belanda ke Berastagi, tepatnya di Dusun lau Gumba Desa Sempa Jaya. Terungkapnya ada lokasi pengasingan Soekarno ini semakin terjawab setelah mantan Gubernur Sumatera Utara, T. Rizal Nurdin (alm), pada 2005 secara resmi meletakkan monumen replika Bung Karno di pelataran rumah pengasingan yang dulunya ditempati perwira militer Belanda yang sering disebut Landshup Huis. Sekarang lokasi ini sering dijadikan objek wisata sejarah bagi generasi penerus bangsa.

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 10 dari 13
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement
  • Login
  • Sign up
    Pendaftaran
    Bagian yang diberi tanda asterisk (*) wajib diisi.
    Nama Asli: *
    Nama Pengguna: *
    E-mail: *
    Kata Sandi: *
    Verifikasi Kata Sandi: *