
SORA SIRULO EDISI VII TERBIT APRIL 2007
Di masa Revolusi Sosial 1950an, didengungkan "raja-raja
karo
adalah bentukan kolonial". Ini membuat banyak orang percaya bukan hanya
kepemimpinan Karo yang diutak-atik kolonial, tapi juga kesatuan-kesatuan
sosialnya. Oleh karena itu, ada anggapan bahwa
kuta adalah kesatuan wilayah
tertinggi sedangkan kesatuan-kesatuan lebih tinggi dari kuta seperti urung dan
sibayak adalah bentukan Belanda.
Benarkah begitu? Sudah pasti kolonial berpihak pada kepentingannya saat menyusun pemerintahan di daerah Karo dengan mengangkat pemimpin yang berpihak padanya. Tak heran juga kalau mereka memodifikasi sistem kemasyarakatan Karo agar sesuai dengan kebutuhan pemerintahan kolonial. Karena, Karo pre-kolonial memang tidak mengenal adanya negara dalam pengertian dunia Barat.



Sora Sirulo 







