
SORA SIRULO EDISI VI TERBIT MARET 2007.
Pertengahan bulan
lalu, redaktur National Geographic
menghubungi saya sehubungan dengan rencana mereka untuk edisi ini yang
mengangkat thema volcano culture (budaya gunung berapi). Katanya melalui
telepon:"Saya dari National Geographic. Kami mau mengangkat berita volcano
culture, seputar upacara - upacara tradisional yang berkaitan dengan Gunung
Sinabung atau Sibayak. Sebagai antropolog yang pernah menulis tentang guru si
baso pakah Ibu bisa memberi informasi kepada kami?"
Mereka ingin mewawancarai langsung para pelaku ritual. Mereka telah telah
menemui seorang antropolog Inggris yang memfilmkan ritual itu, namun karena
filmnya rekaman ulang, bukan aslinya, mereka butuh komunikasi langsung dengan
pelaku. Saya memberi nomor kontak salah seorang redaksi Sora Sirulo untuk
informasi lebih lanjut mengenai apa yang mereka butuhkan.
Dari komunikasi itu saya terpikir, ternyata ritual-ritual
karo yang berhubungan dengan gunung berapi diminati dunia internasional. Mereka
merasa ada sesuatu yang perlu diungkapkan dari Sibayak dan Sinabung lebih
mendalam dari sekedar menggambarkannya sebagai sebuah tanah yang menjulang ke
langit dengan rimbunnya pepohonan kayu, berbagai jenis satwa, rerumputan dan
berbagai ilalang yang ada di sana.



Sora Sirulo 







