SORA SIRULO EDISI VI, MARET 2007
EDDY SURBAKTI - BANDUNG. Gerakan pemuda
karo akhir -
akhir ini mencuatkan Karo ke kancah nasional dan internasional semakin menggebu.
Ini terasa sekali saat www.tanahkaro.com
mempersembahkan monolog berjudul 'Karo di Balik Topeng' pada Talent Show
yang diadakan oleh Permata Mahanaim Bandung 25/02/07
lalu di GSG GBKP Bandung
Pusat.
Karo di Balik Topeng diangkat dari puisi Joey Bangun berjudul
Kesah. Joey mengembangkan puisi ini menjadi monolog dengan latar depan ritus
topeng, dirangkul seperangkat gendang ketteng - ketteng yang dimainkan oleh
Timmy Ginting (ketteng - ketteng), Santa Sitepu (
belobat / mangkuk) dan Eddy
Surbakti (pingko - pingko / surdam).
Belobat mengawali pertunjukan dan langsung disambut
ketteng - ketteng. Ruangan gelap terkuak sayup di telinga, namun memenjarakan
hening. Sesosok manusia tinggi diselimuti kain hitam muncul dari belakang
penonton. Berjalan pelan menuju panggung sembari menenteng lentera. Ruangan
terasa dingin dan kelu. Desir hujan di luar gedung seakan mengiringi setiap
langkah sosok tinggi
besar berselimutkan kain hitam ini.
Setiba di atas panggung, dia singkap selimut. Penonton
berteriak histeris melihat wajah lakilaki berkumis dengan raut wajah yang
membawa penonton ke dunia mimpi. Kepala dibungkus pertanda lelaki, badan
berselempang kain pertanda perempuan. Satu badan dua karakter, laki - laki dan
perempuan. Itulah Karo di Balik Topeng yang diperankan oleh Joey Bangun.