Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Saturday
May 17th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Potensi arrow PINANG KOMODITI ANDALAN MASYARAKAT KARO
PINANG KOMODITI ANDALAN MASYARAKAT KARO PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Hendra Gunawan   

Berbicara Tanah karo yang terbesit di pemikiran orang adalah Kab. Karo. Sesungguhnya tanah karo itu adalah daratan luas mulai dari Aceh tenggara hingga dataran rendah /pesisir SUMUT atau sering dibilang orang Sumatera Timur. Tanah Karo berada di 10 Kabupaten kota atau mungkin lebih.

Oleh karena begitu luasnya Tanah Karo, maka Tanah Karo kaya akan sumber daya alam. Berbagai macam tumbuhan tumbuh subur di Tanah Karo. Itu terlihat dari lebatnya hutan heterogen sepanjang Bukit Barisan. Tanaman hasil juga beraneka ragam, mulai dari sayur mayor, buah-buahan hingga bunga-bunga wangi semerbak yang membuat daerah lain.

Berbicara buah, orang sering mengindentikan Tanah Karo dengan jeruk. Pengalaman saya ketika bertemu dengan orang luar Karo, dia menanyakan apakah saya orang Karo. Ketika saya menjawa ya, dia langsung spontan menanyakan jeruk. Apakah Tanah Karo hanya penghasil jeruk? Sebenarnya tidak. Kalaulah kita berjalan sekitar daerah Pancur Batu, Namo Rambe, Deli Tua tidak akan pernah kita melihat pohon jeruk manis, tetapi kita akan melihat banyak perkebunan coklat dimana di pnggirnya ditanami pohon pinang sebagai pagar hidup.

Pinang yang merupakan pagar tersebut menjadi penghasilan tambahan bagi penduduk daerah itu. Pinang tersebut pada dasarnya di tanam sebagai tiang pagar tetapi menjadi tanaman produktif. Pinang yang dalam kesehariannya dikonsumsi masyarakat sebagai campuran dalam makan sirih juga menjadi komoditi ekspor ke India , Malaysia sebagai bahan dasar pewarna/cat dan juga obat-obatan.

Dari segi perawatan pinang tidaklah begitu susah. Setelah ditanam hanya cukup dibersihkan rumputnya setelah itu serahkan pada Yang Maha Kuasa. Dan bila kita tinjau dari segi harga jualnya juga cukup lumayan. Biasanya pinang dijual setelah kering dan dikupas kulitnya. Pasarannya juga banyak, karena pinang merupakan komidti ekspor. Sudah seharusnyalah pemerintah memperhatikan petani-petani pinang, sehingga masyarakat juga tahu bahwa Tanah Karo juga penghasil pinang.

Bisa saja pinang menjadi salah satu tanaman produktif alternatif untuk menjawab mahalnya harga pupuk dan pestisida saat ini. Karena biasanya pinang jarang di pupuki. Kenapa kita harus berelit-belit dan mengeluh akan langkanya pupuk sementara ini ada tanaman alternatif penghasil kocek masyarakat..

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement