Wisata
Lau Kawar, Satu Tempat Dua Pesona | Lau Kawar, Satu Tempat Dua Pesona |
|
|
|
| Ditulis Oleh Alexander Firdaust | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Anda pengemar wisata alam bebas. Kawasan danau Dari sisi tempat Danau Lau Kawar sendiri terhempar di areal seluas 200 hektare. Di sekelilingnya, hampir sebahagian Aroma danau pengunungan jelas terasa begitu kita menginjakkan kaki di gerbang masuk kawasan wisata ini. Himpitan rasa lelah usai melintasi jalan berliku , berkelok, menanjak, sepanjang 27 km dari Berastagi maupun dari Kabanjahe untuk sampai di danau ini, seketika hilang saat kita menatap hamparannya Mau lebih berasa, para pengunjung rata-rata tak sungkan untuk menapaki garis pantai dari danau yang menurut hikayat cerita tradisional suku Tuntas menapaki pinggiran, sebelum malam tiba, wisatawan alam yang hadir biasanya lebih memilih mendirikan tenda dan menyiapkan peralatan memasak praktis. Begitu selesai, dari beranda tenda milik kita, pemandangan hening di tengah danau bakal hadir menyihir kealamian sihir Danau Lau Kawar. Sementara saat bersamaan para pengunjung lainnya disibukkan dengan aktivitasnya masing-masing. Kalau anda merasa kurang menantang bermalam di areal camping ground, anda tinggal memilih melakukan pendakian ke Gunung Sinabung. Nyali anda bakal diuji di jalur tebing curam gunung dengan tinggi 2.417 meter diatas permukaan laut itu. Dalam ukuran normal, butuh waktu 2 jam perjalanan untuk sampai di puncak Gunung Sinabung Jangan kuatir tenda tenda yang dibawa tadi juga bisa didirikan di hamparan camping ground di atasnya. Dingin udara di atas puncak Sinabung jelas jadi teman setia sepanjang malam sampai hari berganti Nah buat yang memilih bermalam di areal camping ground pinggiran danau Lau Kawar, suasana persaudaraan dari satu tenda dengan tenda yang lainya juga jadi pengalaman hiburan tersendir. Selain itu suara suara alam dari ragam ciptaan Tuhan juga menemani pergantian waktu setiap detiknya. Di luar itu, jangan khawatir, pengunjung juga bisa melalui perjalan menyusuri hutan pacat Lancuk yang berada di sepanjang lau kawar. Atau yang suka olah raga air, berenang dan bermain rakit, tetap ditemani suara suara alam. Hanya saja jalan dan fasilitas wisata disana agaknya perlu diperhatikan guna peningkatan kenyamanan perjalanan dan menikmati indahnya alam disana. Mau Coba!?. Dikutip Dari Harian Pos Metro Medan, Minggu, 17 Juni 07
Powered by !JoomlaComment 3.22
3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Profil |
| Tokoh Karo |
| Tokoh Dunia |
| Tokoh Nasional |
| Opini |
| H M K I |
| Wikipedia |
| Sora Mido |
| Sora Sirulo |
| Joey Bangun |
| Tari Karo |
| Lagu Karo |
| Film/Sinema |
| Artis/Seniman Karo |
| Berita |