Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Saturday
May 17th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Sejarah arrow DATUK BADIUZZAMAN SURBAKTI MEMIMPIN PERANG SUNGGAL DILANDASI NASIONALISME
DATUK BADIUZZAMAN SURBAKTI MEMIMPIN PERANG SUNGGAL DILANDASI NASIONALISME PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Eddy Surbakti   
Image

Medan. Berita Antara,18 April 2006 - Guru besar Antropologi Budaya Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof Dr. Payung Bangun, MA, mengatakan perjuangan Datuk Badiuzzaman Sri Indera Pahlawan Surbakti memimpin Perang Sunggal melawan pejajahan Belanda dilandasi oleh ideologi nasionalisme yang tinggi pada kemerdekaan.

Perang Sunggal yang dipimpin oleh Datuk Badiuzzaman adalah perang rakyat, katanya di Medan, baru-baru ini pada "Seminar Nasional Datuk Badiuzzaman Sri Indera Pahlawan Surabakti Pejuang Menentang Penjajahan Belanda 1872-1895."

Menurut dia, dalam menjalankan perang dengan Belanda, Datuk Badiuzzaman menjalin kerjasama yang didasarkan pada hubungan kekerabatan sebagaimana lazim dalam masyarakat karo, yaitu hubungan kekerabatan luas berdasarkan keturunan dan hubungan perkawinan.

Hubungan dengan dasar tersebut menciptakan kerjasama atau solidaritas lintas budaya, termasuk lintas agama atau kepercayaan.

Kemudian ada pula dasar kesamaan iman yang memungkinkan jalinan kerjasama dengan Aceh, misalnya, selain daripada adanya kesamaan kepentingan, yaitu sama-sama melindungi negeri dan bangsanya dari ekspansi kekuasaan penjajahan.

Ia mengatakan, perang kemudian pecah selain daripada faktor ekspansi kekuasaan dan teritorial penjajahan juga karena penafisiran tradisi budaya dan budaya politik Kedatukan Sunggal mengenai wilayah dan kedaulatan oleh Belanda dan Sultan Deli.

Perang yang dipimpin oleh Datuk Badiuzzaman atau Perang Sunggal memang berakhir pada tahun 1895. Namun usainya perang bukan berarti perlawanan ikut berakhir sebab dengan berbagai cara dan tindakan rakyat meneruskan perlawanan menentang kolonisasi dan ekspansi perkebunan.

Gangguan terhadap pemukiman para koeli dan pembakaran bangsal pengeringan tembakau adalah di antara cara dan tindakan perlawanan selanjutnya.

Antara perang yang dipimpin oleh Datuk Badiuzzaman dan perlawanan rakyat sesudahnya dapat ditemukan benang merah penghubungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sudah sejak perang pecah terjadi kerjasama dan saling dukung antara Sunggal dan daerah sekitarnya, sebagaimana juga dengan pemimpin rakyat di Tanah Karo.

Kerjasama yang dilandasi oleh semangat atau ideologi yang sama itu, yaitu dengan anti penjajahan dan anti penjualan wilayah Tanah Air, tidak hilang atau padam meskipun perang telah usai dan Datuk Badiuzzaman dan para pemimpin yang lain ditangkap dan dibuang.

Benang merahnya sebenarnya dapat dilihat sampai ke dalam Gerakan aron yang merupakan gerakan petani di Deli Hulu yang bergerak sampai kedatangan tentera pendudukan Jepang pada tahun 1942.

Perang Sunggal yang dipimpin oleh Datuk Badiuzzaman adalah perang rakyat yang mampu mengerahkan kekuatan rakyat Kedatukan Sunggal dan memperoleh bantuan dari para keluarga yang berada di luar Kedatukan Sunggal, yaitu dari Karo, dan dari kalangan yang secita-cita yakni Aceh, tambahnya.
 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement