Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Saturday
May 17th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Budaya arrow MAKNA SIMBOLIS GERAKAN LANDEK PADA MASYARAKAT KARO
MAKNA SIMBOLIS GERAKAN LANDEK PADA MASYARAKAT KARO PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Yos Arnold Tarigan,SH   

Suku karo adalah salah satu suku (etnis) yang ada di Propinsi Sumatera Utara, mendiami suatu daerah induk yang meliputi dataran tinggi Karo, Langkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu, Aceh tenggara dan sebagian dari Dairi. Setiap suku bangsa memiliki identitas tersendiri yang merupakan ciri khas mereka yang didukung oleh gagasan kolektif secara bersama-sama yang disebut dengan kebudayaan.

Ciri khas tersebut antara lain dalam bentuk religi, organisasi, social, bahasa, sistem kekerabatan, adat- istiadat, dan lain-lain. Demikian juga masyarakat yang memiliki ciri khas yang disebut dengan kebudayaan karo, yang menunjukkan identitas mereka diantara suku-suku yang ada. Salah satu kebudayaan masyarakat Karo yang ada sampai sekarang yaitu seni tari landek. Istilah landek dalam bahasa karo adalah memiliki sinonim yang hampir sama dengan tari dalam bahasa Indonesia.

Menurut bujur Sitepu (pemerhati budaya karo) , masing-masing gerakan tarian (landek) selalu berhubungan dengan perlambangan tertentu dimana setiap perlambangannya tersebut selalu manggambarkan sifat manusia maupun hubungan seseorang dengan orang lain didalam kehidupan sosialnya, sebagai contoh: posisi gerakan tangan kiri naik dan tangan kanan kebawah melambangkan tengah rukur, maknanya adalah menimbang-nimbang/memikirkan dahulu sebelum melakukan sesuatu. Dalam setiap aktivitas kegiatan tari di masyarakat Karo terdapat Tiga aspek pokok berkaitan dengan gerak tari. Hal ini bisa dilihat dan dikategorikan sebagai unsur pembentuk tari karo, yaitu gerak:

1.Endek ( gerakan turun dan naik)
2.Jole ( gerakan goyangan badan)
3.Lampir tan ( lentik jari )

Dari ketiga unsur utama pembentuk tari karo ini juga memiliki makna-makna perlambangan dalam setiap gerakannya. Namun pada saat sekarang ini terlihat masyarakat karo dalam setiap melakukan tarian landek tidak mengerti apa yang mereka tarikan dalam setiap gerakan mereka sehingga lama-kelamaan tradisi tarian landek hanya di tarikan saja tanpa melihat makna-makna setiap gerakan yang mereka lakukan .

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement