Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Friday
May 16th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Opini arrow MASMAT, sebagai tonggak sejarah bagi etnis Karo
MASMAT, sebagai tonggak sejarah bagi etnis Karo PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh MU GINTING   

"Sifat demokratis dan inklusif, sifat mudah menyesuaikan diri dan sikap berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dari keluhuran adat dan budaya telah melahirkan nilai-nilai budaya khas Masyarakat karo." (sambutan langsung presiden SBY tanggal 8 juli 2007 di Jakarta dalam upacara MASMAT - Malam Anugerah Seni dan Mburo ate tedeh).

"Budaya khas masyarakat Karo" diucapkan oleh presiden SBY, seorang Jawa Pusat yang pada umumnya buta daerah, buta etnis terus sampai permulaan reformasi, dan dunia sudah dilanda Revolusi besar Kebudayaan Etnis (ethnic revival atau cultural revival), perang etnis, etnic cleansing diikuti oleh berdirinya negara-negara etno-nasional maupun daerah/propinsi berdasarkan garis etnis atau garis kultur "budaya khas" etnis tertentu. Perlukah tendensi atau arah perkembangan ini ditentang atau dilawan? Beberapa diktator dunia telah mencoba menentang dan melawannya, dan hasilnya ialah bahwa mereka (para diktator ini) tersingkir, dan nation atau daerah/propinsi otonomi etnis berdiri tegak dengan megahnya!

Bagaimana SBY sebagai seorang Jawa pusat? Dia mampu belajar dan giat mengikuti dan menganalisa perkembangan dunia, terlihat dari pidato sambutannya. Dia juga tentu sudah bertukar pikiran dengan kedua menterinya MS Kaban yang ber "budaya khas" etnis Karo dan Sudi Silalahi dengan "budaya khas" etnis Batak atau seperti SBY katakan "nyanyian Batak yang khas telah lama mewarnai khasanah budaya bangsa kita" ( jelas maksudnya disini bukan nyanyian "khas" Karo tetapi "khas" Batak). Bukanlah secara kebetulan SBY mengikutsertakan Sudi Silalahi ke MASMAT, atau . . .

SBY telah berusaha menunjukkan keberhasilan pemikirannya dengan memakai istilah "khas" Karo dan "khas" Batak, dimana pengertian umum Jawa Pusat selama ini masih sama dengan pengertian penguasa kolonial tentang etnis-etnis Indonesia dengan istilah 'Batak-Karo' misalnya, atau seperti pengertian mereka di Aceh dengan istilah 'Aceh Gayo' atau 'Aceh Alas' untuk mengatakan atau untuk tidak mengatakan "khas" Gayo atau "khas" Alas dan "khas" Aceh (lebih jauh lagi antropolog USU Amir Nadapdap bahkan bilang 'Batak Gayo' dan 'Batak Alas'), seakan-akan etnis-etnis lain di Aceh seperti Gayo, Alas, Singkil, Tamiang dll tidak mungkin exis tanpa mengikut sertakan istilah 'Aceh' didepan suku mereka.

SBY dengan pemerintahannya tentu tidak mau tertipu sekali lagi seperti halnya dalam point 1.1.4 persetujuan GAM-NKRI Helsinki dimana daerah-daerah etnis lain dimasukkan secara diam-diam (tanpa mendiskusikannya lebih dahulu dengan etnis-etnis bersangkutan) kedalam daerah 'negara Aceh' Nanggroe Aceh Darussalam. Hal ini tadi mungkin terjadi karena 'pengetahuan daerah' Pusat terlalu sangat minimal. Orang-orang Jawa Pusat tidak mengerti bahwa di 'Nanggroe Aceh' ada banyak etnis lain selain etnis Aceh dan etnis Jawa transmigrasi Orba. Pernah saya bikin pertanyaan, mungkinkah orang Aceh setuju jika mengganti nama 'negara Aceh' itu (Nanggroe Aceh Darussalam) dengan nama Nanggroe Gayo Malem Dewa? Nanggroe Alas atau Nanggroe Tamiang? Dimana pemakaian "berdiri sama tinggi duduk sama rendah" bagi setiap etnis? Internal-colonialis m?

Bagi etnis-etnis minoritas di Nanggroe Aceh ini masih dalam tingkat perjuangan melepaskan diri dari internal colonialism. Mereka sedang gigih-gigihnya memperjuangkan propinsi sendiri memisahkan diri dari 'negara aceh' dengan memperjuangkan propinsi Leuser Antara dan ABAS, dan yang ditentang sangat keras oleh orang Aceh termasuk dengan alasan persetujuan Helsinki. Semua etnis-etnis lain diseluruh nusantara ini patut mendukung propinsi-propinsi ini, dalam rangka perjuangan untuk keadilan sebagai kontradiksi pokok dunia abad ini. Di Indonesia perjuangan ini harus dimulai di daerah. Di pusat sudah dimulai oleh Gus Dur dengan mendorong pemisahan dan pendirian berbagai propinsi atas dasar kultur-budaya daerah, dan sekarang SBY telah lebih jauh memperdalam 'pengetahuan daerah' nya terlihat dari pernyataan resmi existensi etnis Karo dalam kehadirannya menyambut MASMAT 8 Juli 2007 di Jakarta.

Bagi SBY sebagai seorang presiden sudah bikin pernyataan yang jelas, bahwa dia telah mengikuti dan mengakui perkembangan ethnic/cultural revival dunia, dapat diperhatikan dari kata sambutannya dan dengan tesis "heritage economy"nya dalam "memasuki gelombang ke-4 peradaban bangsa" serta menandaskan: "Saya yakin kebudayaan nasional yang tangguh hanya dapat dibentuk oleh pilar-pilar kebudayaan lokal dan daerah yang kuat." Ini bisa dipahami sebagai perubahan besar dalam sejarah pemikiran seorang presiden, perubahan pemikiran yang kompatibel dengan perkembangan dan tuntutan zaman serta baginya sangat teramat penting dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin satu negeri multi-etnis atau multi kultur. Pada acara MASMAT dengan bangga presiden SBYmenyatakan bahwa Karo adalah Karo dengan sebutan budaya "khas Masyarakat Karo". Ini semacam pengakuan dari atas, pengakuan dari seorang presiden dan telah merupakan satu tonggak sejarah bagi perkembangan Karo sebagai etnis mandiri. bujur melala ras mejuah-juah presiden SBY. Bujur melala man pencipta dan pelaksana MASMAT. Bujur melala man kerina seniman, artis, pemusik, ras kerina sierjabaten, si enggo ikut kerja keras erbahan meriah malam bersejarah MASMAT.


Sumber: Milis Karo
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement

Gallery

Penampat

Warga Terdaftar

Tidak ada Anggota Online