Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Friday
May 16th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Opini arrow Identitas Karo di Eropah
Identitas Karo di Eropah PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh MU GINTING   

Beberapa kali saya membaca atau pernah juga mendengar dari beberapa psikoterapist memaparkan soal kematengan atau kedewasaan seorang manusia. Ada yang berkesan dan ada juga yang sangat berkesan sangat dalam bagi saya. Salah satu misalnya bahwa kedewasaan adalah kalau sudah melewati 'batas' (threshold) kehadiran. Atau dengan perkataan lain, orangnya betul-betul hadir ditempat, hadir seluruh jiwa raga, tidak hanya fisik, seperti 'kebiasaan' orang karo yang mengatakan "gelah enggo idah kalak kita je, pedahna saja ngenca". Apakah kehadiran seperti ini harus dilaksanakan, bagi orang Karo kelihatannya harus, karena dengan demikian maka yang bersangkutan akan selamat dari bakal kritikan atau tuduhan macam-macam lainnya dibelakang hari. Hal ini bagi orang Karo sangat penting sesuai pula dengan sifat-sifat Karo yang mementingkan 'kedalam' artinya penderitaannya bisa lebih besar dibandingkan dengan maksud kritikan itu sendiri, apalagi bagi yang melontarkan keritik pun kadang-kadang hanya asal lepas saja tanpa pikir atau tanpa 'prasaan'. Tentu bisa juga beragam penafsiran atas pernyataan 'batas' (threshold) demikian, apa lagi kalau dihubungkan dengan latar belakang tiap orang, secara pengalaman maupun pengetahuan.

Hari Minggu 9 Des 07 saya menyaksikan Tari Pisosurit yang dipentaskan oleh grup penari Perkumpulan Indonesia di Goteborg Swedia pada pesta Perayaan Natal 2007 Perkumpulan itu. Apalah tari pisosurit bagi orang Karo, sudah biasa melihat atau mendengar, dan tari yang boleh dikatakan bukan baru juga. Bagi saya sebagai orang Karo dan satu-satunya pula orang Karo yang menyaksikan pertunjukan itu, jadi banyak pilihan bagaimana saya menempatkan diri sebagai penonton diantara hadirin dan penonton lainnya yang jumlahnya cukup banyak memenuhi seluruh ruangan pesta.

Ada persamaan saya dengan yang lain-lain, sama-sama merasa gembira menikmati lagu, tari dan terutama pakaian adat Karo yang dibawakan penari-penari yang sangat lemah lembut dan dengan lagu yang lemah lembut pula (tipical Karo). Perbedaannya juga sungguh banyak terutama bagi saya, dan sebagai orang Karo, hanya saya pulalah yang mengetahui perbedaan itu, karena latar belakang tadi, pengalaman, pengetahuan dan sejarahnya. Dari satu segi, saya bisa melihat tari pertunjukan pisosurit ini seperti biasa saja, tidak ada tambahan yang baru. Tetapi sebaliknya rasanya tidak puas kalau melihat begitu saja dan selesai. Saya sendiri juga tidak mengerti mengapa datang pikiran demikian. 'Katakanlah dan ceritakanlah pengalamanmu sendiri, dari situ kau bisa mengembangkan dirimu sendiri', sering juga saya dengar. Ini biasa juga dikatakan refleksi diri. Betulkah demikian? Yah, sering juga ada benarnya, misalnya sering kita mengatakan, 'ah mengapa saya tadi tidak berbuat sebaliknya' atau 'mengapa saya sebutkan kata-kata yang bodoh itu'. Jeleknya ialah bahwa kita sering selesai disitu saja, atau dpl tidak ada kelanjutan, sudah tidak ada energi untuk membikin analisa yang lebih luas, artinya tidak ada perkembangan atau sudah menyetop kemungkinan perkembangan diri sendiri. Bisakah saya mengembangkan diri dari sini? Peristiwa yang sederhana ini? Hanya salah satu dari puluhan peristiwa harian tiap hari.

Tari Pisosurit adalah salah satu pencerminan budaya Karo, menunjukkan identitas Karo dari sudut budaya/kesenian. Identitas mempunyai kekuatan, the power of identity, bisa disalurkan untuk membantu perkembangan diri, Karo maupun masyarakat, setidaknya dalam rangka pengetahuan umum orang Indonesia tentang budaya banyak suku negeri kita. Ketika seorang teman mengatakan tari itu dari Kalimantan, ada teman lain cepat bereaksi mengatakan yang sebenarnya, tari Pisosurit adalah tari Karo dari Sumatra. Ada lagi yang mengatakan tari Batak Karo, yang juga cepat diperbaiki oleh yang lain (bukan Karo) bahwa tari itu adalah tari orang Karo bukan Batak atau Batak Karo dan bahwa Batak tidak sama dengan Karo.

Saya merasakan hasil jerih payah orang-orang Karo selama ini di Eropah sudah menunjukkan hasil, kekuatan identitas Karo terlihat ada, berdiri sendiri dan tidak jadi bayangan kekuatan identitas Batak seperti ratusan tahun pengalaman yang dipaksakan oleh pemerintah kolonial (100 tahun Karo sinik).

Dalam menyksikan tari Pisosurit diatas salah satu hadirin yang turut menikmati dan bangga adalah Duta Besar RI di Swedia Ibu Linggawati Hakim, spesial datang dari Stockholm bersama rombongannya. Sama dengan hadirin lainnya, Bu Duta melihat tari itu asyik sekali dan juga dapat penjelasan asal-usul tari itu. Dalam pidatonya juga mengatakan bagaimana pentingnya menjaga kelestarian budaya-budaya etnis sebagai jembatan keakraban bagi multi-etnis Indonesia dalam perkembangannya kedepan.

Catatan

Dalam pembicaraan Ketua Perkumpulan dengan Ibu Duta Besar, telah disepakati bahwa Perwakilan Indonesia menyanggupi memberikan sumbangan atau membelikan perlengkapan tari (pakaian adat Karo) dari Indonesia dengan bantuan Deplu di Jakarta. Bagi teman-teman milis yang bisa memberikan informasi dimana bisa dibeli pakaian tari adat Karo bersama harga belinya, sudilah kiranya memberitahukan, atau bisa langsung berhubungan dengan Deplu soal pakaian adat Karo di Swedia, atas persetujuan Perkumpulan Indonesia di Goteborg dengan Duta Besar RI di Swedia Ibu Linggawati Hakim. Perkumpulan Indonesia di Goteborg mengucapkan terimakasih sebelumnya.

MUG Perkumpulan Indonesia di Goteborg

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement

Gallery

Penampat

Warga Terdaftar

Tidak ada Anggota Online