Joey Bangun
FENOMENA BIANG | FENOMENA BIANG |
|
|
|
| Ditulis Oleh Joey Bangun | |||||||
|
Tidak semua merga suku diperbolehkan makan daging biang. Merga Golongan Sembiring Singombak tidak diperbolehkan makan daging biang tentu ada sebabnya. Konon hal ini terjadi karena salah seorang nenek moyang merga Sembiring pernah dikejar musuhnya kemudian menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke sebuah sungai dan hampir tenggelam. Seekor anjing kemudian menyelamatkan orang itu dan membawanya ke seberang. Mulai dari situ Merga Sembiring Singombak berjanji untuk pantang makan daging anjing dan sungai tersebut dinamakan Lau Biang mempunyai cerita tersendiri. Siapa yang tidak tahu fenomena Gertak (baca : jembatan) Lau Biang. Gertak Lau Biang adalah jembatan yang menghubungkan Biang kuta, itulah sebutan bagi anjing kampung. Di pedesaan Karo, biang kuta biasanya dipelihara dan dibiarkan berkeliaran begitu saja. Anjing-anjing itu biasanya tugasnya menjaga Tentang biang peliharaan di rumah juga punya cerita unik. Banyak Belakangan biang tidak hanya dijadikan hewan peliharaan ataupun makanan. Namun juga kata-kata sumpah serapah pada hal-hal tidak berkenan. Biasanya diucapkan spontan sebagai bentuk emosional pada lawan Sebuah filosofi Karo menutup tulisan ini. Bagi sinangtangi biang kicat, sinangtangisa karatna (seperti melepas anjing terjepit, yang melepaskannya malah digigitnya) artinya seseorang yang sudah ditolong malah menjatuhkan orang yang menolongnya. Hati-hati, fenomana filosofi ini banyak terjadi di masyarakat Karo.
Powered by !JoomlaComment 3.22
3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Berikutnya > |
|---|
| Profil |
| Tokoh Karo |
| Tokoh Dunia |
| Tokoh Nasional |
| Opini |
| H M K I |
| Wikipedia |
| Sora Mido |
| Sora Sirulo |
| Joey Bangun |
| Tari Karo |
| Lagu Karo |
| Film/Sinema |
| Artis/Seniman Karo |
| Berita |