Berita
Terbaru
Pedagang Buah Berastagi Kembali Datangi DPRD Karo | Pedagang Buah Berastagi Kembali Datangi DPRD Karo |
|
|
|
| Ditulis Oleh Alexander Firdaust | |||||||
|
Kabanjahe, (Analisa) Di saat berlangsungnya rapat kerja antara Komisi A dan B DPRD Kedua kubu pedagang pasar buah Berastagi yang berbeda pandangan itu tidak sempat menyampaikan uneg-unegnya kepada anggota DPRD Karo, karena agenda rapat yang digelar Kamis tersebut (red) dewan tidak ada menjadwalkan rapatnya dengan para pedagang pasar buah tersebut, sehingga anggota DPRD melalui wakil ketuanya Adil Bangun didampingi ketua komisi A Maju Ginting S.Sos, Ketua Komisi B Drs Joy Harlim Sinuhaji, Frans Dante Ginting, Sudarto Sitepu menyarankan kepada pedagang agar menunggu hasil rapat kerja dewan dengan eksekutif. Dalam rapat kerja legislatif dengan eksekutif yang dipimpin wakil ketua DPRD Karo Adil Bangun, dewan menyarankan kepada Pemkab Karo melalui Dinas terkait agar melakukan pendekatan kepada dua kubu pedagang buah antara yang menolak dan yang menerima atas pembangunan bale-bale paar buah Berastagi, agar permasalahannya tidak berlarut-larut, kata Frans dan Sudarto. Ketika ditanyakan kepada Ketua komisi B Drs Joy Harlim Sinuhaji seputar kelangsungan pembangunan bale-bale pasar buah Berastagi dengan tegas dia mengatakan tidak akan di bangun, karena anggaran yang diusulkan untuk pembangunan pasar buah tersebut sudah dicoret atau tidak tertampung di APBD tahun anggaran 2008. Sebelumnya pedagang pasar buah Vina br Karena selama dia berdagang di tempat penampungan sementara (TPS) buah dagangannya tidak laku lagi, karena para konsumen yang umumnya wisatawan itu enggan berbelanja kelokasi tempatnya berdagang, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit untuk mendapatkannya, keluh ibu dua anak ini. Sementara para pedagang yang menolak pembangunan, menggantungkan harapannya kepada wakil rakyat yang ada di DPRD Karo agar pembangunan jangan dilakukan. Karena kata mereka selain limit waktu belum sampai, dengan kata lain dari 25 tahun yang ditentukan baru 23 tahun dijalani, jadi masih ada tersisa waktu dua tagun lagi, selain itu menyangkut situasi perekonomian sekarang, kami sangat terpuruk. "Karena itu kami sangat berharap kepada Bupati Karo Drs Daulat Daniel Sinulingga agar sehabis limit waktu 25 tahunlah baru dilakukan pembangunan bale-ble pasar buah tersebut," kata mereka penuh harap. (ps) Sumber: www.analisadaily.com , 19/04/08
Powered by !JoomlaComment 3.22
3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Profil |
| Tokoh Karo |
| Tokoh Dunia |
| Tokoh Nasional |
| Opini |
| H M K I |
| Wikipedia |
| Sora Mido |
| Sora Sirulo |
| Joey Bangun |
| Tari Karo |
| Lagu Karo |
| Film/Sinema |
| Artis/Seniman Karo |
| Berita |