Berita
Terbaru
Dana APBD Belum Cair, Pasien RSU Kabanjahe Terancam Tidak Makan | Dana APBD Belum Cair, Pasien RSU Kabanjahe Terancam Tidak Makan |
|
|
|
| Ditulis Oleh Alexander Firdaust | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kabanjahe (SIB)
Pelayanan kesehatan kepada pasien kurang mampu dan pemberian makan dan puding, snack kepada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe sampai saat ini terancam. Anggaran yang ditampung dalam APBD Termasuk anggaran pelayanan untuk warga kurang mampu melalui Askes-Kin yang ditangani Depkes sejak Juli sampai Desember 2007 silam sekitar Rp900 juta dan anggaran Askes-Kin dari Januari sampai Maret 2008 sekitar Rp300 juta atau total Rp1,2 milyar belum dibayar pihak Depkes. Sehingga penanganan makan-minum dan puding pasien di RSU Kabanjahe harus ditanggulangi secara pribadi pimpinan RSU Kabanjahe. Hal ini ditegaskan Dirut RSU Kabanjahe, dr Suara Ginting Sp.PD kepada SIB, Selasa (6/5) di Kabanjahe. Anggaran belanja makan-minum, snack dan puding pasien yang diusulkan pihak RSU Kabanjahe selaku SKPD yang bertanggungjawab sudah diajukan kepada Sekdakab Karo. Namun sampai saat ini belum ditandatangani pihak terkait, sehingga belum dapat dicairkan di bagian keuangan. "Sudah 4 bulan biaya makan-minum, snack dan puding pasien di RSU Kabanjahe menggunakan anggaran pendahuluan di luar dari anggaran yang ditampung di APBD. Makan-minum pasien tidak mungkin ditunda besok atau lusa. Jam makan atau jam minum, pasien tidak tahu itu. Yang jelas, pada saatnya makan atau minum, harus ada dimakan atau diminum pasien," tambahnya menjelaskan. Lagi pula, ujarnya, SKPD yang masing-masing saat ini bertanggungjawab atas semua penggunaan anggaran tidak akan berani main-main. "RSU tidak sama dengan PU. Kalau diDinas PU, mengharapkan aspal dan semen dan paku. Tapi kalau di RSU mengharapkan nasi, susu dan puding lainnya yang sehari pun tidak bisa ditunda, pasien tidak makan. Kalau di PU kan bisa bulan depan baru diaspal atau dicor setiap proyek yang ada kalau ada kendala. Karenanya, untuk menanggulangi dan mengatasi agar pasien bisa makan dan minum susu, terpaksalah kita pinjam di luar di “bank 47” (maksudnya di pihak rentenir-red)," ujar Ginting terus terang. Memang, ujarnya lagi, Klaim ke Askes-Kin sekitar Rp1,2 milyar belum dibayar ke RSU Kabanjahe. "Jadi kita menunggu verifikasi PT Askes. Kemungkinan Sekdakab Karo, Ir Makmur Ginting MSc yang ingin dikonfirmasi SIB, Selasa (6/5) di kantornya, tidak berhasil. Menurut stafnya, Sekdakab Karo sedang tugas ke Jakarta. (M37/x) sumber: www.hariansib.com , 07 Mei 2008
Powered by !JoomlaComment 3.22
3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Profil |
| Tokoh Karo |
| Tokoh Dunia |
| Tokoh Nasional |
| Opini |
| H M K I |
| Wikipedia |
| Sora Mido |
| Sora Sirulo |
| Joey Bangun |
| Tari Karo |
| Lagu Karo |
| Film/Sinema |
| Artis/Seniman Karo |
| Berita |