|
Sekilas Tanahkaro/Kabupaten Karo |
|
|
|
|
Ditulis Oleh DBSB
|
Tanahkaro/Kabupaten karo terletak di daerah pegunungan dengan ketinggian dari permukaan laut yang sangat baik (600-1400 m) untuk usaha pertanian. Masyarakt Karo telah turun temurun mengusahakan tanah dengan bertani sayur-mayur, dan komoditas pertanian lainnya seperti Jeruk. Sektor Pertanian utamanya adalah : tanaman pangan dan hortikultura.
Kab. Karo telah lama dikenal sebagai penghasil sayur mayur dan buah- buahan yang telah menmbus Pasar nasional dan internasional karena itu tanpa mengabaikan komoditi pertanian lain, komoditi sayur-mayur dan buah-buahan merupakan unggulan Kab. Karo Besarnya ekspor sayur-mayur dan buah-buahan tahun 2001 adalah sebesar 43.917.290 Ton dengan nilai US $ 6.765.838 dengan tujuan utama Malaysia dan Singapura. Jenis sayur-sayuran dan buah-buahan yang diekspor : Kentang, Kol/Kubis, Wortel, Tomat, Cabe Merah, Gobo, Ubi Kayu, Selada, Lobak, Jeruk Manis, Alpokat, Bawang Merah dan Sayur lainnya. Iklim Suhu udara di Kabupaten Karo berkisar antara 15 derajat celcius sampai dengan 26derajat celcius, dengan kelembaban udara pada tahun 2000 rata-rata setinggi 90 persen, tersebar antara 72 persen sampai dengan 98 persen. Di Kabupaten Karo seperti di daerah lainnya terdapat dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim hujan pertama mulai bulan Agustus sampai dengan bulan Januari dan musim hujan kedua bulan Maret sampai dengan bulan Mei. arah angin terbagi menjadi dua arah atau gerak, yaitu angin yang berhembus dari arah Barat kira-kira bulan Oktober sampai dengan bulan Maret dan dari arah TImu dan Tenggara antara April sampai dengan bulan September. Geografi Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi Pegunungan Bukit Barisan dan merupakan daerah Hulu Sungai. Wilayah Kabupaten Karo adalah 2.127,25 kilometer persegi atau 212.725 Ha atau 2,97 persen dari luas Propinsi Daerah TIngkat I Sumatera Utara, dan secara geografis terletak diantara 2 derajat 50 menit Lintang Utara sampai 3 derajat 19 menit Lintang Utara dan 97 derakat 55 menit bujur Timur sampai dengan 98 derajat 38 menit Bujur Timur. Batas-batas wilayah Kabupaten Karo adalah: - Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Deli Serdang - Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Tapanuli Utara - Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun - Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara (Propinsi Daerah Istimewa Aceh) Kabupaten Karo terletak pada ketinggian 140 sampai dengan 1400 meter diatas permukaan laut dengan perbandingan luas sebagai berikut: - Daerah ketinggian 140 sampai dengan 200 meter diatas permukaan laut seluas 9.550 Ha (4.49 %) - Daerah ketinggian 200 sampai dengan 500 meter diatas permukaan laut seluas 11.373 Ha (5.35 %) - Daerah ketinggian 500 sampai dengan 1000 meter diatas pemukaan laut seluas 79.215 Ha (37,24%) - Daerah ketinggian 1000 sampai dengan 1400 meter dari permukaan laut seluar 112.587 Ha (52,92%) Bila dilihat dari sudut kemiringan atau lereng tanahnya dapat dibedakan sebagai berikut: - Datar 2% = 23.900 Ha (11,24%) - Landai 2-5% = 74.919 Ha(35,22%) - Miring 15-40% = 41.169 Ha(19,35%) - Curam 40% = 72.737 Ha(34.19%) Sejak zaman Belanda Kabupaten Karo sudah terkenal sebagai tempat peristirahatan. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia kemudian dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata di Propinsi Sumater Utara. Objek-objek pariwisata di Kabupaten Karo adalah panorama yang indah di daerah pegunungan, air terjun, air panas, dan kebudayaan yang unik. Kabupaten Karo terkenal sebagai daerah penghasil berbagai buah- buahan dan bunga-bungaan, dan mata pencaharian penduduk yang terutama adalah usaha pertanian pangan, hasil holtikultura dan perkebunan rakyat. Keadaan hutan cukup luas yaitu mencapai 125.516,5 Ha atau 59 persen dari luas Kabupaten Karo. Kabupaten Karo merupakan Daerah Hulu Sungai (DHS) dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wampu/Ular, sub Daerah Aliran Sungai Laubiang. Potensi industri yang ada adalah industri kecil dan aneka industri yang mendukung pertanian dan pariwisata. Potensi sumber-sumber mineral dan pertambangan yang ada di Kabupaten Karo diduga cukup potensial.
|