|
Setelah menikmati keindahan alam Kawasan Taman Wisata Sibolangit perjalanan
dapat dilanjutkan ke kawasan Taman Wisata lau Debuk-debuk Kabupaten Tanah karo.
Namun sebelumya, pada batas gerbang Kabupaten Tanah Karo dan Kabupaten Deli
Serdang terdapat obyek wisata alam yang indah dan menarik pula untuk dikungjungi
yaitu Air Terjun Sikulikap.
Dari kawasan
Taman Wisata Sibolangit ke lokasi air terjun tersebut berjarak 10 km dan dapat
ditempuh selama 1/2 jam. Bila mengendarai kendaraan pribadi ataupun mobil
carteran, dapat diparkirkan ditepi jalan dekat pintu masuk ke lokasi.
Untuk dapat
mencapai tempat air terjun harus berjalan kaki menuruni tangga-tangga kecil
(jalan setapak) sejauh lebih kurang 500 meter. Disepanjang jalan akan ditemukan
jenis pohon-pohon besar seperti Ficus sp. Hutan di daerah ini terasa lebih basah
karena letak yang cukup tinggi dan embun butir-butir air terjun yang membasahi.
Juga terlihat dari tumbuhnya lumut pada hampir semua pohon dan batu-batuan.
Ketinggian
air terjun puncak sampai ke dasar diperkirakan berjarak 25 meter. Pesona air
terjun ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berfoto-foto sebagai
kenang-kenangan.
Taman Wisata
Lau Debuk-debuk tidak berapa jauh lagi sekitar 3 km dari Sikulikap. Kendaraan
umum jurusan Medan - Brastagi tidak dapat memasuki lokasi Taman Wisata dan hanya
sampai dipersimpangan (pos polisi Desa Doulu). Dari situ berjalan kaki sejauh
lebih kurang 1 km. Namun bagi yang memiliki kendaraan pribadi dapat terus sampai
ke lokasi, hanya perlu jalan kaki 300 m.
Secara
administratif pemerintahan, Taman Wisata Lau Debuk-debuk terletak di Desa Doulu
Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Tanah Karo. Kawasan ini sebelumnya berstatus
sebagai Cagar Alam, berdasarkan Keputusan Raja Deli tanggal 30 Desember 1924.
Kemudian oleh Menteri Pertanian berdasarkan Surat Keputusannya No.
320/Kpts/Um/5/1980 tanggal 9 Mei 1980 statusnya dialihkan menjadi Taman Wisata
dengan luas 7 Ha.
FLORA DAN FAUNA
Taman Lau
Debuk-debuk hanya memiliki luas 7 Ha, terdiri dari hutan hujan tropis pegunungan
dengan ketinggian 700 m dpl, keadaan cuaca disini cukup dingin dan
kadang-berkabut. Jenis-jenis vegetasi antara lain Pinus merkusii, Altingea
exelsa, Schima wallichii, Manglitia glauca, Dacrydium junghuhnii dll.
Pada kawasan
ini terjadi perambahan oleh masyarakat sekitar untuk dijadikan lahan pertanian
sayur mayur seperti kol, wortel, sawi dll, serta tanaman buah-buahan. Jenis
satwa tidak banyak terdapat, kebanyakan adalah terdiri dari jenis mamalia kecil
seperti tikus sawah, bajing, musang, monyet, uylar sawah, kodok merupakan jenis
reptelia dan berbagai jenis burung antara lain kutilang, jalak, murai dsb.
WISATA
Daya tarik
utama kawasan ini yaitu adanya kolam yang sekaligus tempat permandian alam
dengan sumber air panas yang mengandung belerang. Dekat dengan kolam tersebut
terdapat juga sumur serta kotak-kotak kecil sebagai pemujaan/sesajen. Lokasi Lau
Debuk-debuk merupakan salah satu tempat suci dan keramat terbesar bagi penganut
aliran kepercayaan orang Karo. Penganutnya disebut "Kalak Pemena" (Perbegu =
animisme). Pada hari-hari tertentu, menurut hari-hari Karo, para penganut aliran
kepercayaan "Pemena" ini melakukan acara "erpangir" (mandi bersihkan diri dengan
air bunga) di Lau Debuk-debuk.
Air bunga
disebut "Lau Pangiren" yang terdiri dari jeruk purut, rimo Malem (jeruk biasa)
dan bunga rampai. Sebelum erpangir mereka terlebih dahulu menyerahkan sesajen.
Kegiatan
erpangir ini bagi para penganutnya dianggap sebagai acara sakral. Acara erpangir
serta tempat keramat di Lau Debuk-debuk ini bisa dijadikan sebagai komoditi
wisata religi.
Disamping itu
Kawasan Taman Wisata Lau Debuk-debuk juga memiliki pemandangan alam yang indah
serta udara yang segar dan nyaman. Sarana berupa kamar mandi/ganti pakaian yang
ada nampak kurang terawat, sehingga menjadi rusak. Untuk meningkatkan kunjungan
wisatawan sarana yang ada perlu ditingkatkan demikian juga dengan keberhasilan
lingkungannya.
Klik Sumber
|