Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Friday
May 16th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Tanahkaro arrow Wisata arrow TAMAN WISATA LAU DEBUK-DEBUK
TAMAN WISATA LAU DEBUK-DEBUK PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh KaroNews   

            Setelah menikmati keindahan alam Kawasan Taman Wisata Sibolangit perjalanan dapat dilanjutkan ke kawasan Taman Wisata lau Debuk-debuk Kabupaten Tanah karo. Namun sebelumya, pada batas gerbang Kabupaten Tanah Karo dan Kabupaten Deli Serdang terdapat obyek wisata alam yang indah dan menarik pula untuk dikungjungi yaitu Air Terjun Sikulikap.
            Dari kawasan Taman Wisata Sibolangit ke lokasi air terjun tersebut berjarak 10 km dan dapat ditempuh selama 1/2 jam. Bila mengendarai kendaraan pribadi ataupun mobil carteran, dapat diparkirkan ditepi jalan dekat pintu masuk ke lokasi.
            Untuk dapat mencapai tempat air terjun harus berjalan kaki menuruni tangga-tangga kecil (jalan setapak) sejauh lebih kurang 500 meter. Disepanjang jalan akan ditemukan jenis pohon-pohon besar seperti Ficus sp. Hutan di daerah ini terasa lebih basah karena letak yang cukup tinggi dan embun butir-butir air terjun yang membasahi. Juga terlihat dari tumbuhnya lumut pada hampir semua pohon dan batu-batuan.
            Ketinggian air terjun puncak sampai ke dasar diperkirakan berjarak 25 meter. Pesona air terjun ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berfoto-foto sebagai kenang-kenangan.
            Taman Wisata Lau Debuk-debuk tidak berapa jauh lagi sekitar 3 km dari Sikulikap. Kendaraan umum jurusan Medan - Brastagi tidak dapat memasuki lokasi Taman Wisata dan hanya sampai dipersimpangan (pos polisi Desa Doulu). Dari situ berjalan kaki sejauh lebih kurang 1 km. Namun bagi yang memiliki kendaraan pribadi dapat terus sampai ke lokasi, hanya perlu jalan kaki 300 m.
            Secara administratif pemerintahan, Taman Wisata Lau Debuk-debuk terletak di Desa Doulu Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Tanah Karo. Kawasan ini sebelumnya berstatus sebagai Cagar Alam, berdasarkan Keputusan Raja Deli tanggal 30 Desember 1924. Kemudian oleh Menteri Pertanian berdasarkan Surat Keputusannya No. 320/Kpts/Um/5/1980 tanggal 9 Mei 1980 statusnya dialihkan menjadi Taman Wisata dengan luas 7 Ha.

FLORA DAN FAUNA
            Taman Lau Debuk-debuk hanya memiliki luas 7 Ha, terdiri dari hutan hujan tropis pegunungan dengan ketinggian 700 m dpl, keadaan cuaca disini cukup dingin dan kadang-berkabut. Jenis-jenis vegetasi antara lain Pinus merkusii, Altingea exelsa, Schima wallichii, Manglitia glauca, Dacrydium junghuhnii dll.
            Pada kawasan ini terjadi perambahan oleh masyarakat sekitar untuk dijadikan lahan pertanian sayur mayur seperti kol, wortel, sawi dll, serta tanaman buah-buahan. Jenis satwa tidak banyak terdapat, kebanyakan adalah terdiri dari jenis mamalia kecil seperti tikus sawah, bajing, musang, monyet, uylar sawah, kodok merupakan jenis reptelia dan berbagai jenis burung antara lain kutilang, jalak, murai dsb.

WISATA
            Daya tarik utama kawasan ini yaitu adanya kolam yang sekaligus tempat permandian alam dengan sumber air panas yang mengandung belerang. Dekat dengan kolam tersebut terdapat juga sumur serta kotak-kotak kecil sebagai pemujaan/sesajen. Lokasi Lau Debuk-debuk merupakan salah satu tempat suci dan keramat terbesar bagi penganut aliran kepercayaan orang Karo. Penganutnya disebut "Kalak Pemena" (Perbegu = animisme). Pada hari-hari tertentu, menurut hari-hari Karo, para penganut aliran kepercayaan "Pemena" ini melakukan acara "erpangir" (mandi bersihkan diri dengan air bunga) di Lau Debuk-debuk.
            Air bunga disebut "Lau Pangiren" yang terdiri dari jeruk purut, rimo Malem (jeruk biasa) dan bunga rampai. Sebelum erpangir mereka terlebih dahulu menyerahkan sesajen.
            Kegiatan erpangir ini bagi para penganutnya dianggap sebagai acara sakral. Acara erpangir serta tempat keramat di Lau Debuk-debuk ini bisa dijadikan sebagai komoditi wisata religi.
            Disamping itu Kawasan Taman Wisata Lau Debuk-debuk juga memiliki pemandangan alam yang indah serta udara yang segar dan nyaman. Sarana berupa kamar mandi/ganti pakaian yang ada nampak kurang terawat, sehingga menjadi rusak. Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sarana yang ada perlu ditingkatkan demikian juga dengan keberhasilan lingkungannya.

Klik Sumber

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement