|
Emansipasi Wanita dan info Sweden |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Rosalina Purba - Swedia
|
|
Sweden Dec 02-06
Suatu kabar yang menggembirakan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal
di belahan benua Eropah Swedia. Seorang Wanita Indonesia pada mingu-minggu lalu,
Ibu Duta besar Linggawaty Hakim dan 3 orang stafnya telah tiba dengan selamat di
Stockholm. Ibu linggawaty akan mengisi kekosongan posisi sebagai Dubes di KBRI
Stockholm Sweden. (Info dapat dilihat di website KBRI on Press Release)
Emansipasi Wanita semakin solid dalam berbagai aspek kehidupan kita, baik dalam
kehidupan sehari-hari, kaum Wanita semakin dapat menunjukkan kemampuannya secara
intlegen dan kwalitasnya dalam berkarya dan berkarier.
Dan
sekalian ikut berbangga sebagai kaum Wanita dimana untuk pertama kali kaum Hawa
(Wanita) dipercaykana menjadi DUBES (Duta besar) di KBRI Stockholm Swedia.
Perbedaan gender semakin tipis dalam cara berpikir dan kemampuan kaum Wanita
tidak hanya dalam mengelola urusan keluarga dan urusan dapur tanpa mengurangi
rasa hormat kepada kaum Adam. Kaum Wanita dapat berprestasi seperti halnya kaum
laki-laki
Seperti
halnya sejak beberapa tahun yang silam seorang gadis "Jenial" Matematika dari
Rusia Sofia Kurkovsky Kovalevskaya mampu membuktikan kaum hawa pun bisa
memberikan kontribusi yang patut diperhitungkan dalam pengembangan ilmu
matematika.
Setelah
4 thn lebih kurang KBRI Stockholm Sweden tanpa Keduataan Besar karna berbagai
alasan dari pemerintahan Indonesia terutama menyangkut masallah-massalah GAM .
Dimana banyak tudingan bahwa pemerintah Sweden melindungi ketua dan pengikut GAM
dari segi hukum .
Mereka
yang telah puluhan tahun silam bermukim di Swedia dan telah menjadi (WNA) warga
negara Swedia. sehingga pemerintahan Swedia secara hukum tidak dapat menangkap
dan menghukum mereka sebelum ada bukti kejahatan dan teroris sperti yang yang di
tuduh oleh media massa di Indonesia beberapa saat lalu.
Dengan
adanya prasangka-prasangka ini malah sempat masyarakat Indonesia yang tinggal di
Swedia menjadi kambinghitamnya seperti urusan-urusan birokrasi semakin
diperketat. Kalau pulang ke Indonesia dengan ID Sweden diperiksa sedikit extra
di bandara-bandara udara di Indonesia. Atau mungkin selama ini Sweden diboikot
secara diplomatik oleh pemerintahan Indonesia tercinta :)
Tapi syukurlah kepada Tuhan dan atas kebijaksanaan pemerintah Indonesia dan
pemeriantah Swedia sekarang semua telah terselesaikan dengan baik dan
bijaksana.
Sehingga ada kebijaksanaan pemerintah Indonesia mengirimkan Dubes ke Negara
Swedia setelah 4 thn fakum dengan Dubes di KBRI Stockholm.
|