|

Sering sekali Taneh karo Simalem, disamakan dengan Kabupaten Karo. Kalau kita
berbicara tentang Taneh Karo sangat tidak etis sekali kita hanya berbicara
Kabupaten karo.
Dimana Tanah Karo yang terdiri dari :
- Kabupaten Karo, Dan Sebagian Wilayah Dari :
a. Kabupaten Dairi : Kecamatan Tanah Pinem dan Tiga lingga
b. Kabupaten Deliserdang : Lubuk Pakam, Bangun Purba, Galang, Gunung Meriah,
Sibolangit, Pancur Batu, Namo Rambe, Sunggal, Kutalingmbaru, STM Hilir, STM Hulu,
Hamparan Perak, Tanjung merawa, Patumbak, Deli Tua, kuta rih
c. Kabupaten Langkat : Batang Serangan, Bahorok, Salapian, Kuala, Selesai, Sei
Bingei, Stabat
d. Aceh tenggara : Desa lau Sigalagala, Kerapat, Lau Deski, Pasir Tengah
e. Dan juga Desa Kandang di Aceh Selatan.
Dimana dalam
hal ini Kota Medan Yang didirikan oleh Guru Patimpus sembiring Pelawi ( Monument
Guru Patimpus di Jln. Gatot Subroto – Medan ) dan juga Kota Binje, Termasuk
dalam Tanah Karo
Pada Kongres
Kebudayaan Karo tahun 1995 yang diadakan di Berastagi membagi karo menjadi
delapan wilayah adat, yaitu :
1. Urung Julu : Kecamatan Kaban Jahe, Tiga panah, Beras Tagi, Barusjahe, Simpang empat
2. Teruh deleng : Kecamatan Kuta buluh dan sebagian dari Kecamatan Payung
3. Singalor Lau: Kecamatan Tiga binanga, juhar, Munthe
4. Karo Jahe: Kabupaten Deliserdang
5. Karo Langkat
6. Karo baluren
7. Pamah Sigedang : Kecamatan Lau baleng dan
Kecamatan Mardinding
8. Karo Timur : Kecamatan
Cingkes yang berada di Kabupaten Simalungun, Kecamatan Gunung Meriah, Bangun
Purba, di Kabupaten Deliserdang.
Didaerah-daerah yang telah dituliskan diatas bahasa karo tetap dipake meski pun
daerah tidak masuk ke Kabupaten Karo. Dengan kata lain bahasa karo adalah bahasa
yang mempersatukan setiap orang karo meski pun daerah tempat tinggalnya bukan
saja di Kabupaten Karo.
Marilah kita
bersama-sama menjaga bahasa karo tetap menjadi bahasa yang kita pakai sebagai
bahasa dari Suku Karo sebagai Bahasa yang mengikat setiap Jiwa Suku Karo,
memperkuat ikatan batin sesama kita semuanya.
|