Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Saturday
May 17th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Perlajangen PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Sora Sirulo   
Image

KOLOM PERLAJANGEN - SORA SIRULO EDISI PERDANA TERBIT OKTOBER 2006.

Berhura OK, Studi dan Kerja Juga OK Anak Muda Taiwan

ARI KRISNA TARIGAN, TAIPEI, Kebiasaan doyan belanja dan tampil trendi bukan hanya gambaran anak-anak muda metropolitan Indonesia. Muda-mudi Taipei (ibukota Taiwan) juga cenderung begitu. HP keluaran terbaru, baju super seksi nan ketat, sepatu merek ternama dan berbagai asesoris lainnya menghiasi tubuh. Semua serba mentereng dan mahal.

Hmm, pasti anak manja dan taunya cuman hambur-hambur uang orangtua, tuding Sora Sirulo dalam hati saat mendarat di Taipei. Tak hanya anak-anak muda, generasi paruh baya tak obahnya. Jika dicermati, perilaku mereka dapat dimaklumi. Taiwan telah menjelma sebagai salah satu Naga Asia dalam ekonomi. Berbagai perusahaan raksasa (terutama komputer), semisal Acer, Asus dan BenQ berasal dari sini. Mereka merajai pasaran komputer jenis laptop dunia hingga 67%. Jadi, pantas saja, daya beli Berhura OK, Studi dan Kerja Juga OK masyarakat makin meningkat,jelas Prof. Chang, saat jemput Sora Sirulo di Chiang kai ? Sek international Airport.

Setelah seminggu di Taipei, sisi positif anak-anak muda Taiwan mulai terlihat. Sangat bergairah memandang hari esok. Sinar wajah memancarkan semangat mengarungi kerasnya kehidupan. Belajar dan bekerja dengan penuh percaya diri. Sora Sirulo mulai dapat merasakannya ketika berada diantara para mahasiswa setempat saat bertugas sebagai peneliti tamu di National Taiwan University. Usia belia, memang, dengan wajah imut-imut. Tapi, jangan salah sangka. Mereka sedang tempuh studi tingkat master (S2) dan bahkan doktoral (S3).

Kegiatan rutin mereka terbilang padat. Dimulai Pagi hari, mereka sudah di kampus. Membaca di perpustakaan dan mengikuti perkuliahan hingga larut malam. Setelah mengantar ibu bekerja, saya langsung ke kampus hingga sore. lalu bekerja sampingan di restoran Jepang. Baru kemudian mengerjakan tugas di perpustakan, tutur Yu-Jian Guo (28), mahasiswa S3 Teknik Sipil.

Lain lagi dengan Chian-Hu Ho (27). Saban hari bekerja di rumah makan. Selidik punya selidik, Ho mengambil kursus bahasa Inggris sambil kerja. Ya, saya harus kerja lembur dan menabung banyak. Tahun depan, saya lanjutkan studi perhotelan di Kanada, ujarnya. Bukan main! Budaya tidak bergantung pada orangtua umum sekali. Apakah ini mobil ayah anda? tanya Sora Sirulo ke Guo. Bukan. Saya beli dari upah bekerja di pabrik ban setiap liburan musim panas, jelasnya saat menemani Sora Sirulo keliling Taipei.

Pantas ekonomi Taiwan kian menggurita. Sejak dini, anak anak digembleng belajar dan kerja keras. Prilaku ini sudah mendarah daging. Belajar sambil kerja bukan beban. Malahan, menjadi gaya hidup mereka. Tak masalah konsumtif asal duitnya dari kantong sendiri, bukan? Sangat berbeda dengan anak-anak Indonesia, khususnya Singuda-nguda ras Anak Perana karo. Belajar menjadi beban, bekerja sampingan seolah tabu dan terkesan kurang terhormat. Parahnya lagi, membelanjakan uang orangtua secara berlebihan Dianggap wajar-wajar saja. Kita memang perlu bercermin dari generasi muda Taiwan.


ImageTanta Barus, Mahasiswa Pengantar Koran di Swedia.

Malem ukur GINTING, GÖTEBORG. Hartanta Barus (27 thn), saat ini sedang menempuh studi S2 di Universitas Chalmers, Göteborg (Swedia), di bidang Management of Logistic and Transportation atas biaya sendiri. Bersama dua mahasiswa asal Indonesia lainnya, Tanta mencari kerja sampingan. Tidak mudah mendapatkannya karena mereka tidak menguasai bahasa Swedia. Mereka mulai mengantar koran ke rumah-rumah atau apartemen di berbagai bagian kota. Mulai Pkl. 03.00 atau 04.00 pagi, selama kira-kira 2 jam. Sesuatu yang sangat mengesankan dari pekerjaan ini, kata Tanta, ketika dia naikturun tangga di perumahan yang tak punya lift. Di Swedia hanya rumah tinggi pakai lift. Kalau hanya 3-4 tingkat umumnya tak punya lift. Di samping pembajaan diri dan pengalaman kerja di Eropah, bisa dapat uang tambahan pula, tutur putra Prof. Dr. Tonel Barus (dosen USU Medan) ini.

Dhany Barus (30), pegawai PLN Pusat (Jakarta) abang Tanta yang datang ke Swedia dalam rangka training selama sebulan di swedia atas undangan SIDA (Swedish International Development Cooperation Agency)., ingin merasakan suka duka pekerjaan adiknya. Dia juga mencoba naikturun tangga pagi-pagi buta. Beginilah suka duka pengalaman menyelesaikan studi di negeri Beruang Putih Swedia.


Karo Mewarnai HUT RI di Korea Selatan

SETIA ULINA TARIGAN - CHEONAN. Masyarakat Indonesia di daerah Cheonan sekitarnya, termasuk beberapa orang Karo, merayakan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2006. Kegiatan ini diprakarsai oleh Cheonan Migrant Workers' Center sebagai hari ucapan syukur kepada Tuhan, wadah pertemuan antar sesama Indonesia, mempererat komunikasi dan wadah pengembangan bakat.

Acara ditata dengan baik berkat kekompakan panitia inti yang terdiri dari berbagai suku, di antaranya Sarah br Ginting. Ketika Linda br Tarigan dengan mengenakan pakaian kampuh dan uis Nipes serta Rosita dengan pakaian kebaya memasuki panggung, hadirin bersorak karena mereka rindu juga dengan pakaian daerah. Mereka menjadi pusat perhatian karena bagi orang Korea sendiri pakaian itu juga cukup indah dan unik. Ada pesan menakjubkan dari pimpinan Cheonan Migrant Workers' Center: Indonesia untuk jangka pendek akan menjadi negara ekonomi besar ke 5 dunia dan negara yang pertama di dunia menurut versi Bank Dunia.

Karena.tidak ada negara lain yang mempunyai ragam budaya seperti Indonesia, Sumber Daya Manusia yang besar, Sumber Daya Alam yang kaya Semua itu akan berkembang maksimal lingkungan yang bersih, jujur kreatif, dan saling menghargai untuk mencapai kedamaian. Selanjutnya ia berpesan: Pikirkanlah Indonesia untuk 100 tahun mendatang. Kita dipanggil untuk bertanggungjawab dan setialah dalam pekerjaan. Inilah kemerdekaaan yang sebenarnya, pembebasan mental dan juga pembebasan Indonesia. Dari poin ini Indonesia menjadi negara pertama di dunia. Karena Indonesia penuh dengan berkat Tuhan.

Informasi Selanjutnya Tentang Tabloid Sora Sirulo : |Tentang Sora Sirulo|Kontak Redaksi|

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement