Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Saturday
May 17th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Profil arrow M. Carlos Patriawan bere Tiganna - Orang Indonesia Termuda di Silicon Valley
M. Carlos Patriawan bere Tiganna - Orang Indonesia Termuda di Silicon Valley PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh PA CANGGAH & JUARA R. GINTING - Sora Sirulo   
Image

SORA SIRULO EDISI PERDANA TERBIT OKTOBER 2006.

PA canggah, JUARA R. GINTING SANTA CLARA. Silicon Valley adalah sebuah lembah di Santa Clara (California, AS), pusat industri komputer terbesar dunia. Dinamai Silicon Valley oleh Don Hoefler dalam sebuah tulisannya (1971) karena di sana banyak industri komputer yang berbahan baku silicon (zat kaca). Diantaranya: Microsoft, Apple, Oracle, Cisco Systems dan Hewlett Packard. Perusahaan-perusahaan itu memperkerjakan ahli ahli komputer dari berbagai negara. Salah satunya Muhammad Carlos Patriawan, putra Kamariah br Tarigan asal karo dan Ir. Achmad Nurdin asal Palembang.

Ibu dan ayahnya pertama kali bertemu di Medan (1970an). Kala itu ayahnya bertugas di Medan untuk perusahaan minyak Asamera. Carlos, anak tertua dari empat bersaudara, lahir 19 Desember 1975 di Padang Bulan, Medan. Umur setahun dia ikut ayah pindah ke Lhok Seumawe (Aceh). Tahun 1980an, ayah pindah ke Jakarta diikuti seluruh keluarga. 1998, Carlos menamatkan kuliah di sebuah PTS di Jakarta. Pertengahan 2000, Carlos bere Tarigan ini mendapat tawaran kerja di banyak perusahaan top dunia; al. Cisco System di San Jose (AS), Amazon.com di Seattle (AS), dan Network Consultant (Belgia). Dia pilih Cisco System di San Jose. Pertengahan 2005, Carlos pindah ke Juniper Networks Inc., Sama dengan Cisco System, perusahaan ini membuat alat-alat jaringan (networking equipment) untuk internet. Di sini, Carlos bekerja sampai sekarang sebagai staf tekhnis. Dia bertanggungjawab atas kualitas software dan hardware pada perangkat network device.

Perjalanan Carlos mulai dengan mempelajari materi di sertifikat CCIE (Cisco Certified Internetworking Expert) yang dikeluarkan oleh Cisco System. Perusahaan ini memproduksi peralatan komputer perangkat keras untuk jaringan hubungan antar komputer di dalam satu lokasi dan atau tersebar di berbagai tempat (dikenal sebagai internet dan intranet). Peralatannya meliputi jaringan komunikasi antar komputer dalam bentuk gambar, video, suara, dan tulisan yang memungkinkan komunikasi jelas, cepat, dan teratur antar satu komputer dengan komputer lain. Umumnya peralatan ini disebut router  dan switches, "Alat ini digunakan pengguna internet untuk browsing/ email dan menonton acara pada Cable Networks seperti Kabelvision di Jakarta," jelas Carlos.

Untuk menjamin produknya diterapkan oleh yang betul-betul ahlinya, Cisco System mengeluarkan berbagai sertifikat bagi orang-orang yang memenuhi standard tertentu, meliputi 12 lebih bidang keahlian. Sertifikat CCIE yang dipelajari Carlos termasuk dalam tingkat keahlian tertinggi.  Bakat Alam Di tahun ke dua perkuliahannya (1996), dia sudah bekerja di Linknet ISP, Jakarta, provider internet milik LIPPO. 1997, pindah ke VisionNet ISP, Jakarta, dengan jabatan 'network/ operation manager' hingga 1999. Semasih di VisionNet ISP, menjadi pengurus  APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) sebagai 'Sekretaris Divisi Engineering'. Salah satu urusannya adalah Indonesia Internet Exchange yang merupakan jaringan internal antar Penyedia Layanan Internet (ISP) di Indonesia. Desember 1999, bekerja di Cap Gemini Ernst & Young' (Singapore), sebagai network consultant', sebelum pindah ke Silicon Valley.

Sejak umur 12 tahun Carlos bermain komputer. Saat kelas 6 SD, dia sudah menguasai programming di Basic dan Pascal. "Saat itu sudah ada perasaan, saya dapat menjadi ahli komputer melalui bakat alam," tutur Carlos. Bagaimana bentuk perasaan itu? "Saya cepat mengerti alur dan kerangka program komputer. Sudah terasa beda minat dengan anak-anak lainnya. Saya rajin mencari tahu cara kerja (how-to) sebuah mesin. Kalau anak SD kelas 6 jaman dulu kan mikirnya main gundu."

Keluarga Paya Bundung
Carlos punya cerita menarik tentang bakatnya. Mulanya dia bernostalgia tentang Paya Bundung (Medan) dimana orangtua ibunya tinggal semasa hidup. lalu, dia cerita tentang keluarga besar anakanak kakek-neneknya itu, yang rata-rata bekerja di dunia kesehatan dan pendidikan; al. Alm. dr. Mukhtar Tarigan (spesialis paru) yang beristrikan Prof. Dr. drg. Mundiah Mukhtar (mantan Purek IV USU), dr. Jafar Tarigan dan drs Ardian Tarigan (dosen UISU).

Semasa kecil, susah bagi Carlos mengatakan kepada orangtua dan keluarga di Medan akan bakatnya. Kebanyakan tidak mengerti komputer karena memang bidang baru di Indonesia. "Sampai sekarang, masih banyak bingung mengapa saya mudah dapat kerja di luar negeri hanya dengan 'bermain' komputer," paparnya. Bersama istri tercinta Dina Marlina, peranakan Betawi dan Sunda, Carlos memiliki dua putra, Albany Muhamad Patriawan (4½ thn) dan Azhar Haneef Patriawan (2,5 thn). 2004 lalu, Carlos bawa keluarganya mengunjungi Pergendangen (Kab. Karo). "Kita menginap di Simpang Pergendangen dan mandi sungai," tuturnya bangga pada kampung asal ibunya beru Tarigan. SDM Karo Carlos punya analisa tersendiri tentang pembangunan SDM Bidang IT melalui pengalaman. Walaupun Silicon Valley di Amerika, lebih 70% engineer serta pengusaha yang berhasil di bidang IT bukan orang Amerika, tapi orang-orang Asia (India, China/Hongkong/Taiwan, Jepang, Korea dan Rusia). Contohnya, pendiri Google yang orang Rusia dan Yahoo yang asal China.

Setelah dianalisa, bisa dicari kesamaan antara mereka dari berbagai negara dan tingkat ekonomi berbeda. Pertama, motivasi mereka sangat tinggi mencari kehidupan dan pekerjaan lebih baik di belahan dunia mana saja. Ke dua, mereka mempunyai keahlian yang tinggi dalam bidang komputer.  Motivasi bisa lemah karena lingkungan kurang mendukung. Mengapa India sangat maju dalam bidang IT? Jawabnya, karena pemerintah mereka (sejak jaman Nehru) memprioritaskan pembangunan SDM. Beda dengan pemerintah Indonesia yang melulu fokus pada pendayagunaan SDA seperti Minyak dan Gas Bumi. Solusinya adalah motivasi diri sendiri dan tidak menunggu perubahan dari atas, urai Carlos.

Carlos menemukan banyak kasus dimana engineer dan anak muda Indonesia tidak bermotivasi tinggi, walaupun pintar. Beda dengan India dan China yang, meskipun secara akademik tidak terlalu pintar dibanding engineer dari Indonesia, tapi bermotivasi tinggi. Pertanyaan kedua, bagaimana mendapatkan keahlian komputer? Menurut Carlos, bisa didapat melalui strategi dan perencanaan. Pertama, kemampuan komputer di luar bidang akademik mesti dikuasai, harus pro-active. Jangan menunggu dosen. Kemampuan programming harus dimiliki. Ini diperlukan untuk mengerti alur dan cara kerja program komputer. Kemampuan programing bisa diperoleh dari pendidikan akademik, kursus atau belajar otodidak melalui buku-buku yang tersedia di Pasar.

Carlos menganjurkan agar mempelajari dan menggunakan open source operating system seperti Linux / Freebsd dan open-source program. Dengan open source, mudah membaca sebuah kode sumber. Bila mengerti kode sumber, misteri di balik sebuah program terkuak. Inilah rahasia paling besar orang India dan China sukses di Silicon Valley. Mereka punya hobi membaca source code, ujar Carlos. Saran Carlos lagi, bekerjalah di perusahaan dan industri yang mendorong pertumbuhan pengetahuan, seperti IT Consulting atau Internet Service Provider. Di sini, kita dihadapkan dengan tantangan teknis baru setiap hari.

Sebagai target terakhir, bekerjalah di perusahan MNC di luar negeri, khususnya Silicon Valley. Di area ini kita tidak bekerja sebagai pengguna teknologi, melainkan sebagai penciptanya Carlos Patriawan bisa dihubungi melalui email Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Informasi Selanjutnya Tentang Tabloid Sora Sirulo : |Tentang Sora Sirulo|Kontak Redaksi|

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement