Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Saturday
May 17th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Wanita Karo arrow Wanita Karo arrow Hanya Sedikit Perempuan Duduk Di Parlemen
Hanya Sedikit Perempuan Duduk Di Parlemen PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh KaroNews   

Minimnya, jumlah perempuan yang duduk dalam lembaga legislatif membuat kepentingan perempuan kurang terakses. Saat ini tercatat baru 10 persen perempuan yang duduk di kursi parlemen tingkat pusat. "Artinya, dari hampir 500 kursi di parlemen pusat, hanya 50-an saja yang diduduki perempuan. Itu salah satu sebab suara perempuan kurang diperhitungkan dalam setiap pengambilan keputusan," kata Meutia Hatta, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (meneg PP) saat sosialisasi peningkatan partisipasi politik perempuan, belum lama ini di Jakarta.

Keadaan tersebut, ditegaskan Meutia sangat membuatnya 'gregetan'. Padahal, masalah yang menyangkut kepentingan perempuan sangat banyak, seperti masalah kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan anak dan perempuan, pornografi dan pornoaksi serta tingginya angka kematian ibu (AKI).

Sekedar membalik catatan, saat ini AKI masih 307 per 100 ribu kelahiran hidup, yang merupakan angkan tertinggi di antara negara-negara di Asia Tenggara. demikian juga dengan angka buta huruf, dari hampir 15 juta jumlah yang ada di Indonesia, hampir 10 jutanya adalah perempuan.

"Untungnya UU KDRT sudah diterbitkan. Tapi itu pun masih sangat kurang sosialisasinya, jadi masih seperti antara ada dan tiada," kata dia lagi.

Kekecewaan yang sama diungkapkan pengamat masalah perempuan, Nursyahbani Katjasungkana. Menurutnya, komitmen politik pemerintah terhadap perempuan masih harus banyak ditingkatkan, mengingat masih belum adanya sosialisasi dan pembelajaran politik yang baik kepada kaum perempuan.

Bahkan, proses pembodohan kepada perempuan hingga zaman modern seperti saat ini masih tetap berlangsung di beberapa wilayah.

"Kita nggak bisa nutup mata kalau banyak sekali perempuan yang seolah sengaja dibutakan dari masalah politik dan pengambilan keputusan di sekitarnya. entah karena takut kesaing atau memang budaya patriarki yang menentukan harus demikian," tandasnya.

Pernyataan Nursyahbani tentu saja mengindikasikan adanya tekanan atau subordinasi yang terjadi pada perempuan mulai dari strata paling atas hingga ke akar rumput.

Dalam banyak kasus, halangan yang diperoleh perempuan dalam kisah hidupnya mulai dari kerasnya persaingan menjadi calon legislatif hingga sulitnya mendapat akses kepada kesehatan. Itu sebabnya pada Pemilu 2009 mendatang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan menargetkan perolehan suara pada lembaga legislatif mencapai lebih dari 30%.

"Segala persiapan agar kuota parlemen bisa terlampaui sudah dilakukan sejak sekarang. Salah satunya dengan melakukan revisi pada sejumlah pasal-pasal UU Pemilu yang dipandang kurang menguntungkan bagi perempua, " ujar Meutia Hatta..

Diakui Meutia pada Pemilu lalu banyak partai politik (parpol) yang kurang memberikan peluang sama kepada perempuan. Alasannya politik adalah dunia laki-laki, sehingga kurang cocok untuk perempuan. Selain itu beberapa parpol mengaku kesulitan mendapatkan caleg perempuan.

Berbagai alasan tersebut menurut Meutia tidak mendasar. Banyak perempuan yang sesungguhnya mampu untuk duduk dilembaga legislatif. Asalkan diberikan peluang dan kesempatan yang sama serta perlakuan yang adil dalam proses pemilu.

Hampir semua perempuan yang menjadi anggota legislatif diakui Meutia mengeluhkan perlakuan anggota perlemen lainnya. Jumlah mereka yang sangat minim membuat suara dan pendapat apapun yang disampaikan perempuan nyaris tidak diperhitungkan.

Revisi UU Pemilu tersebut masih terus digodog. Saat ini revisi tersebut sudah berada ditangan Mendagri dan segera dibahas di DPR. Inisiatif perubahan UU Pemilu itu sendiri murni datang dari kalangan perempuan.

"Ditargetkan pada 2007 revisi UU pemilu sudah bisa dirampungkan, sehingga sosialisasi dan perencanaan untuk menggenjot perolehan kursi legislatif bagi perempuan bisa dilakukan," tegas Meutia. (dian/waspada)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement