|
Silan, silan ini adalah suatu kepercayaan yang
menganggap pohon-pohon kayu yang besar atau batu yang besar dianggap ada mahluk
halus sebagai penghuinya. Agar penghuninya tidak mengganggu, maka kepadanya
disediakan persembahan.
Pagar. Pagar adalah roh nenek moyang yang menjadi pelindung
keluarga. Pagar ini merupakan pemujaan penduduk kampung sebagai pengormatan
kepada arwah leluhur. Letak pagar ini umumnya di sekeliling kampung.
Buah Huta-Huta. Buah Huta-Huta sama dengan pagar, bedanya, Buah Huta-
Huta ini lokasinya di tengah kampung. Ndilo tendi, memanggil roh orang yang
telah memanggil dunia untuk diajak berdialog dengan keluarganya, melalui
perantaraan seorang dukun wanita.
Erpangir Kulau. Erpangir Kulau adalah satu kebudayaan masyarakat
karo yang bersifat kepercayaan, fungsinya untuk membersihkan diri, agar
terhindar dari berbagai kesulitan, malapetaka dan lain sejenisnya. Kegiatan ini
dapat dilakukan perorangan maupun bersama keluarga. Pelaksanaan kegiatan ini
dipimpin oleh seorang dukun yang disebut Guru Sibaso.
Perumah begu. Perumah Begu adalah salah satu kepercayaan. Dalam
kepercayaan ini masyarakat Karo percaya orang yang telah meninggal dunia, rohnya
dapat dipangggil dan diajak berdialog, melalui seorang dukun (Guru Sibaso).
Untuk melaksanakan upacara, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi, dan
ada tahap-tahap tertentu yang harus dilalui.
Nengget. Nengget adalah upacara yang dilakukan terhadap suami
istri yang sudah lama berumah tangga, tetapi belum juga dikarunia anak. Atau
kepada pasang suami istri yang jenis kelamin anaknya hanya wanita saja. Melalui
upacara nengget (membuat terkejut), diharapkan ada perubahan, bagi pasangan
suami istri yang belum dikarunia anak, diharapkan akan mendapat anak. Bagi
pasangan suami istri yang anaknya semua misalnya wanita saja, diharapkan akan
segera mendapatkan anak laki-laki, sebagai penerus klen suaminya.
Ngarkari adalah upacara untuk menghindarkan keluarga dari
kemalangan atau kesialan. Upacara ini dipimpin oleh seorang dukun yang disebut
Guru Sibaso.
Perselihi adalah upacara untuk menghindari kemalangan yang mungkin
terjadi di `dalam sebuah keluarga.
Ngulakken adalah upacara pengobatan dari sesuatu penyakit.
Ngeluncang, adalah upacara pengobatan terhadap sesuatu penyakit
yang dibuat oleh orang lain, atas bantuan si dukun, penyakit tersebut
dikembalikan kepada sipembuatnya.
Njunjungi Beras piher adalah upacara ritual mengusir roh-roh jahat
dari desa, sehingga masyarakat desa terhindar dari segala malapetaka. Selain
tersebut di atas masyarakat Karo juga percaya kepada Jinujung. Jinujung adalah
roh pelindung seseorang. Kemudian ada lagi yang disebut Guru, guru ini
adalah orang yang mempunyai indra keenam, fungsinya selain sebagai "dokter" juga
sebagai peramal.
|