|
Ukir Sejarah, Rita Subowo Ketua KONI Wanita Pertama |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Eddy Surbakti
|
 Rita Subowo mengukir sejarah sebagai wanita pertama menjadi
Ketua Umum KONI Pusat, setelah terpilih untuk periode 2007-2011 dalam pemilihan
yang berlangsung alot dan dramatis pada Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas)
di Jakarta, Jumat (23/2).
Rita yang sebelumnya Sekjen KONI Pusat itu, menyingkirkan saingan beratnya
Letjen (Purn) Luhut Binsar Panjaitan yang juga Ketua Umum PB Forki (karate).
Dalam pemilihan putaran ketiga, Rita yang kelahiran 27 Juli 1948 itu meraih 43
suara dari 82 peserta Musornas. Sementara Luhut yang mantan Dubes RI di
Singapura itu mendapat 38 suara. Satu suara yakni PB Percasi, menyatakan abstain
sebelum pemilihan.
Setelah dinyatakan sebagai pemenang dengan mengumpulkan suara terbanyak, Rita
tampak bersuka cita dan diiringi gemuruh tepuk tangan, terutama dari kaum
wanita.
Dalam keterangannya kepada pers, Rita menegaskan, ia siap bekerjasama dengan
siapa saja demi memajukan olahraga nasional. Ia juga berjanji untuk meneruskan
kebijakan Agum Gumelar, ketua sebelumnya. Terpilihnya Rita tidak hanya mencatat
sejarah sebagai wanita pertama yang memimpin KONI Pusat, tapi juga
menjungkir-balikkan anggapan bahwa organisasi tertinggi olahraga itu harus
dipimpin seorang jenderal sebagaimana lazimnya selama ini.
Menurut pengamat olahraga Fritz Simanjuntak, terpilihnya Rita Subowo merupakan
fenomena baru dalam dunia olahraga Indonesia, karena proses pemilihan yang
berlangsung ketat dan menegangkan.
Fritz menegaskan bahwa tidak melihat adanya permasalahan gender dalam proses
pemilihan karena berlangsung secara demokratis. Fritz juga mengingatkan bahwa
ada dua masalah serius yang harus dihadapinya, yaitu kegagalan yang dialami
Indonesia di berbagai event saat ia menjadi Sekjen KONI Pusat, serta masalah
penyusunan kepengurusan.
"Ia harus bisa memperbaiki serangkaian kegagalan saat ia menjadi sekjen dan
hati-hati memilih orang yang duduk dalam kabinetnya," kata Wakil Presiden
Indonesian Marketing Association (IMA) itu.
Ant | Global | Jakarta
|