Budaya
Larangan dan Anjuran (Sumbang dan Suruhen) | Larangan dan Anjuran (Sumbang dan Suruhen) |
|
|
|
| Ditulis Oleh Eddy Surbakti | |||||||
|
Sumbang artinya tidak pada tempatnya, atau
tidak sesuai dengan kedudukannya atau tidak seharusnya. Dalam masyarakat 1. Sopan 2. Sopan Cara Makan (Sumbang Perpan). Artinya kalau makan harus bersikap sopan, jangan terlalu tegak dan jangan terlalu menunduk, tidak boleh tergesa-tegas, maka dianjurkan agar selalu sopan bila sedang makan. 3. Sopan Memandang (Sumbang Pernin Mata). Artinya tidak baik memandang mertua, ipar, berulang-ulang, ini tidak sopan, maka dianjurkan agar selalu sopan ketika memandang atau menatap seseorang, terlebih-lebih terhadap orang yang dituakan, seperti mertua, orang yang disegani seperti ipar, apakah karena usia atau karena jenjang sapaan. 4. Sopan Mandi di Sungai (Sumbang 5. Sopan Duduk (Sumbang Perkundul). Artinya
kalau duduk, duduklah dengan sopan, jangan 6. Sopan Berpakaian (Sumbang Peruis). Artinya kalau berpakaian, berpakaianlah secara wajar, maka dianjurkan agar selalu sopan berpakaian. 7. Sopan Menari (Sumbang Perlandek Ibas Gendang). Dianjurkan agar selalu sopan ketika menari, sebab bila menari di atas panggung, semua mata penonton akan tertuju kepada si penari, kalau cara menari tidak sopan, niscaya akan dinista penonton. 8. Sopan Berjalan (Sumbang Perdalan). Artinya kalau berjalan dan berselisih dengan orang-orang yang kita hormati, seperti mertua yang berbeda jenis kelamin dengan kita, sebaiknya menghindar jauh. Tidak dibenarkan jalan tergesa-gesa, seandainya tidak begitu penting, agar orang yang berpapasan dengan kita dijalan tidak kaget atau terkejut, maka dianjurkan agar selalu sopan bila berjalan. 9. Sopan Menikah (Sumbang Perempo). Artinya
dilarang menikahi orang yang tidak dibenarkan 10. Sopan bekerja (Sumbang Pendahin). Kalau bekerja, bekerjalah dengan baik, jangan bekerja dengan melawan tata krama yang berlaku di dalam masyarakat, yang pada akhirnya menjengkelkan masyarakat, membuat orang benci dan sebagainya. Hal-hal seperti itu harus dihindari, maka dianjurkan agar selalu memilih jenis pekerjaan yang baik-baik dan halal. 11. Sopan berpikir (Sumbang Perukuren). Berpikirlah dengan baik ini, jangan berat sebelah. Pikiran-pikiran yang egois harus dijauhkan, maka dianjurkan agar selalulah berpikir dengan baik dan rasional dengan kondisi yang ada. 12. Sopan Tidur (Sumbang Perpedem). Ini
berhubungan dengan keadaan keluarga masyarakat Karo pada masa Sumbang dan suruhen ini juga mengandung unsur pengendalian sosial yang bersifat preventif, mencegah timbulnya masalah-masalah sosial. Sumbar : DALIKEN SI
Powered by !JoomlaComment 3.22
3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Profil |
| Tokoh Karo |
| Tokoh Dunia |
| Tokoh Nasional |
| Opini |
| H M K I |
| Wikipedia |
| Sora Mido |
| Sora Sirulo |
| Joey Bangun |
| Tari Karo |
| Lagu Karo |
| Film/Sinema |
| Artis/Seniman Karo |
| Berita |