Tanah Karo Online [ Tanahkaro!Foundation ]

Saturday
May 17th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Berita Terbaru arrow Sejarah arrow Melihat Rumah Pengasingan Bung Karno Di Berastagi
Melihat Rumah Pengasingan Bung Karno Di Berastagi PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Alexander Firdaust   
Image

Tidak banyak yang tahu kalau Bung Karno, tokoh proklamator RI pernah diasingkan Belanda ke Berastagi, tepatnya di Dusun lau Gumba Desa Sempa Jaya. Terungkapnya ada lokasi pengasingan Soekarno ini semakin terjawab setelah mantan Gubernur Sumatera Utara, T. Rizal Nurdin (alm), pada 2005 secara resmi meletakkan monumen replika Bung Karno di pelataran rumah pengasingan yang dulunya ditempati perwira militer Belanda yang sering disebut Landshup Huis. Sekarang lokasi ini sering dijadikan objek wisata sejarah bagi generasi penerus bangsa.

Rumah pengasingannya terletak sekitar 2 km dari kota wisata Berastagi atau sekitar 60 km dari ibukota provinsi Sumatera Utara, Medan, ditempatkan pada posisi lereng perbukitan dengan hamparan perladangan sayuran dan tanaman palawija yang hijau. Tidak ada kesan lain yang muncul di hati kecuali perasaan kedamaian di saat memasuki gerbang rumah pengasingan Bung Karno. Begitu pula saat berjalan menuju hamparan rumput yang sangat tertata rapi. Namun di saat memasuki pelataran halaman utama, jantung berdecak kagum melihat sosok patung sang proklamator yang duduk sambil menyilakan kaki, dengan kepala menghadap ke arah jalan masuk.

Image

Rumah bersejarah yang ditaksir dibangun sekitar tahun 1800 namun nampak masih tetap utuh meski sudah pernah berubah fungsi menjadi mess Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini, dengan ciri khas bangunan Belanda yang tetap dipertahankan. Meskipun ciri khas dan bentuk rumah masih dapat dipertahankan, namun renovasi bahagian kamar pernah dilakukan pada 1957. Renovasi saat ini terutama pada kamar yang sebelumnya hanya dua ditambah menjadi Tiga. Sedangkan perabotannya tetap utuh seperti saat Bung Karno diasingkan Belanda ke daerah pegunungan ini, kata S. Sinaga yang dipercaya pemerintah mengurus rumah pengasingan Bung karo.

Begitu pula lemari pakaian dan gantungan baju milik Bung Karno masih tetap terjaga, bahkan letaknya masih sama di saat sang proklamator menempati kamar tersebut. Letak kamar Bung Karno saat diasingkan berada pada bahagian belakang bangunan, bersebelahan langsung dengan ruang makan. Ruang makan masih tertata rapi dengan dua meja dan kursi.

Pada bahagian dinding ruang terpampang dua lukisan hasil goresan tangan Jan Suluters, menggambarkan kehidupan petani di Eropah. Satu lukisan lagi tepat di atas pintu masuk ke kamar tidur Bung Karno, juga masih terpasang lukisan Bunga hasil karya seniman Belanda, Ivan Vrialand. Pada ruang tamu terpampang foto Bung Karno, Sutan Syahrir dan Agus Salim saat diasingkan di rumah ini.

Sedangkan sisi kiri rumah terdapat dua patung bunga yang sering disebut masyarakat dengan 'bunga Karno' dengan salah satu pesan perjuangannya 'Tak usah 100, tak perlu seribu, beri aku sepuluh pemuda akan kugoncang dunia' dan satu lagi bertuliskan "Selamatkan negerimu dari tangan-tangan kotor kalau tak rela Indonesia pupus dari peta dunia".

Image

Menurut Sinaga, Bung Karno diasingkan ke Berastagi 22 Desember 1948, bersama Sutan Syahrir dan Agus Salim. Menurut sejarah, ketiga tokoh nasional ini diasingkan 12 hari dan setelah dua pekan, ketiga petinggi negara di era perjuangan ini pun diasingkan lagi ke kawasan Parapat 3 hari. Masih menurut Sinaga, dia bisa tinggal di rumah itu karena ayahnya J. Sinaga sejak tahun 1917, merupakan koki masak di rumah Belanda. Setelah kedua orangtuanya meninggal dia pun dipercaya melanjutkan merawat rumah bersejarah itu.

Tempat Penelitian

Cerita tentang rumah pengasingan Bung Karno ini diakui sejumlah penduduk yang tinggal di Dusun Lau Gumba. Penduduk meyakini rumah pengasingan ini selain memiliki nilai sejarah, juga menjadi sumber inspirasi bagi Bung Karno dalam melanjutkan perjuangan. Bagi sebahagian pelajar tingkat SLTA di kota wisata Berastagi, lokasi pengasingan Soekarno ini sering dijadikan sebagai tempat penelitian sejarah. Para guru SLTA Berastagi sering mengarahkan dan membimbing para siswa siswi untuk melihat dari dekat rumah yang menjadi saksi bisu kehadiran sang 'Proklamator' di Berastagi. Namun terkadang muncul kendala karena data maupun buku dimiliki di lokasi pengasingan ini terlalu minim, sehingga terasa kurang akurat kalau hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut. Kata Sri Br sembiring, siswi SLTA Berastagi yang pernah mengikuti kegiatan ini dari sekolahnya.

Siswi itu mengungkapkan, ada dua pendapat diterimanya saat melakukan penelitian terhadap pelayan Bung Karno. Satu pihak mengatakan, pelayan Soekarno saat itu seorang suku Jawa yang juga bernama Karno, satu lagi mengatakan bermarga Sinaga. Munculnya nama kedua tokoh pelayan Soekarno semasa di pengasingan di Berastagi, menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat Begitu pula dengan kegiatan Soekarno selama di pengasingan, masyarakat sekitar masih banyak belum mampu menjelaskannya secara detail. Sedangkan buku karya tokoh proklamator ini tidak ada di lokasi.

Maklum

Apa yang diutarakan siswa SLTA itu dimaklumi tokoh PDIP Bon Purba, yang juga mantan ketua DPRD Karo. Dia membenarkan, di lokasi rumah pengasingan Bung Karno sebaiknya ditempatkan beberapa buku karya Soekarno, agar para siswa bisa membaca dan mengetahui secara jelas, sosok tokoh pendiri Republik Indonesia ini.Menurutnya, masukan yang diterima ini akan dijadikan 'buah tangan' kepada pengurus yayasan Bung Karno di Medan maupun Jakarta, untuk bisa menjadi perhatian. Karena apa pun ceritanya, rumah yang terletak di kaki bukit Desa Lau Gumba ini pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno. (Dickson Pelawi)


Sumber : Waspada Online 07 Mar 07
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Forum Terbaru
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Hotel di KabanjaherobbyJALAN-JALAN09-03-08 08:33
mejuah-juahMA_171_NG[[-MUDA-MUDI KARO-]] Jawa Barat07-10-07 16:52
Re:cari beru karo purba ajadhillo kembarenCARI TEMAN LAMA/SEKOLAH/SEKAMPUNG/PACAR18-09-07 19:00
mo nanya nih.....yuliusFORUM MERGASLIMA15-09-07 10:34
Permintaan Maaf..adminIKATAN MAHASISWA KARO/IMKA08-09-07 07:08
Advertisement