Legenda
Mistis Gunung Sibayak: Burung Melintas Pun Bisa Jatuh | Mistis Gunung Sibayak: Burung Melintas Pun Bisa Jatuh |
|
|
|
| Ditulis Oleh Alexander Firdaust | |||||||
![]() NAMA Gunung Sibayak dengan ketinggian 2.172 meter dari permukaan laut (mdpl) tidak saja dikenal sebagai gunung aktif yang menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara. Lebih dari itu, gunung yang juga dikenal banyak memakan korban wisatawan nusantara maupun mancanegara yang mendaki, sekaligus tempat bersemayamnya rongsokan lima jenis pesawat terbang. Catatan Waspada, ke lima rongsokan pesawat terdiri Sedangkan dua helikopter masing-masing, milik perusahaan Pertamina yang jatuh dikawasan Semua korban kecelakaan pesawat umumnya meninggal duniadan dievakuasi tim SAR, namun reruntuhan bangkai pesawat tetap dibiarkan bersemayam di dalam hutan kawan Gunung Sibayak. Hal ini terpaksa dilakukan karena medan dilalui cukup berat, sehingga untuk penyidikan biasanya yang dibawa keluar hanya beberapa keping reruntuhan pesawat. Peristiwa pesawat naas yang melintasi kawasan Gunung Sibayak, banyak dikaitkan masyarakat dengan cerita mistis masyarakat Desa Doulu, Kec. Berastagi dan Desa Semangat Gunung, Kec. Simpang Empat tentang daerah terlarang di kawasan Deleng Pertekteken . Menurut cerita masyarakat kedua desa, wilayah Deleng Pertekteken dianggap banyak masyarakat sebagai tempat suci dan bersemayamnya seseorang yang memiliki ilmu pengobatan yang cukup tinggi, lazim disebut "Guru Pertawar Remai" yang melakukan sumpah dan meletakan seluruh ilmu yang dimilikinya karena lupa mengobati kedua anak gadisnya bernama Tandang Suasa dan Tanda Kumerlang yang meninggal dunia karena sakit. Lebih mengecewakannya, jasad kedua anak gadis kesayangannya juga tidak ditemukannya, sehingga Guru Pertawar Remai menjadi kesal, dan menganggap ilmu yang dimiliknya tidak berguna lagi, Sumpah ini sering menjadi kenyataan, karena setiap burung yang melintasi wilayah itu sering jatuh tanpa diketahui penyebabnya. Dan sampai hari ini, masih banyak masyarakat menyakini cerita itu. "Bahkan tidak jarang pula masyarakat melaksanakan upacara di lokasi itu hingga kini," ujar Posman Surbakti, 40, warga Desa Doulu. Jatuhnya sejumlah pesawat di kawasan Gunung Sibayak, sering dikaitkan masyarakat dengan legenda dan sumpah Guru Pertawar Remai, namun Selain cuaca, posisi lapangan udara Medan yang berada tidak jauh dari balik Gunung Sibayak bisa menjadi penyebab pesawat terbang langsung menabrak bagian Gunung Sibayak. Jawabnya terpulang kepada ahlinya, namun yang pasti evakuasi korban telah dilakukan dan saat ini di kawasan Gunung Sibayak bersemayam 5 rongsongkan bangkai pesawat terbang dan helikopter yang menjadi saksi bisu sejumlah peristiwa penerbangan di Sumatera Utara. (a12) Sumber: Waspada Online 24 Mar 07
Powered by !JoomlaComment 3.22
3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Berikutnya > |
|---|
| Profil |
| Tokoh Karo |
| Tokoh Dunia |
| Tokoh Nasional |
| Opini |
| H M K I |
| Wikipedia |
| Sora Mido |
| Sora Sirulo |
| Joey Bangun |
| Tari Karo |
| Lagu Karo |
| Film/Sinema |
| Artis/Seniman Karo |
| Berita |